Impor Migas Jadi Biang Kerok (Lagi) Neraca Dagang Oktober?

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
15 November 2018 10:20
Impor Migas Jadi Biang Kerok (Lagi) Neraca Dagang Oktober?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kalangan analis memperkirakan neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2018 akan kembali mengalami defisit, meskipun pada bulan lalu mencatatkan surplus. BPS akan mengumumkan laporan neraca dagang Oktober 2018 pada hari ini, Kamis (15/11/2018).

Para analis saat berbincang dengan CNBC Indonesia memproyeksikan, defisit neraca perdagangan bulan lalu bisa mencapai titik paling renah US$ 110 juta. Sementara itu, titik tertinggi bisa mencapai US$ 680 juta.

Defisit yang diproyeksikan membengkak tersebut tak lepas dari kinerja ekspor yang masih terlampau jauh dari pertumbuhan impor, yang dipicu dari kenaikan harga komoditas yang mulai terbatas.


"Selain itu, demand produk ekspor kita tertahan oleh sentimen trade war dan perlambatan ekonomi di negara tujuan ekspor utama," kata Ekonom Maybank Myrdal Gunarto.

Aktivitas impor pun diperkirakan masih cukup tinggi seiring dengan permintaan domestik yang masih tinggi seperti bahan bakar minyak dan produk pangan, serta impor bahan infrastruktur

"Ekspor diproyeksikan tumbuh 3,61% yoy, dan impor 15,67% yoy," tambah dia.

Kepala Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro pun memperkirakan, impor minyak pada Oktober 2018 akan kembali menggeliat seperti bulan-bulan sebelumnya.

"Sementara jatuhnya harga komoditas terutama CPO dan batubara masih membebani prospek ekspor Indonesia," jelasnya.

Berikut proyeksi para analis mengenai neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2018 :
  • Bank Central Asia : US$ 307 juta
  • Bank Mandiri : US$ 429,6 juta
  • CIMB Niaga : US$ 63 juta
  • Maybank : US$ 680 juta
  • Bahana Sekuritas : US$ 110 juta




(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading