Pertama Kali Sejak 2015, Harga CPO ke Bawah MYR 2.000/ton

Market - Raditya Hanung, CNBC Indonesia
14 November 2018 13:24
Pertama Kali Sejak 2015, Harga CPO ke Bawah MYR 2.000/ton
Jakarta, CNBC IndonesiaHarga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) kontrak Januari 2019 di Bursa Derivatif Malaysia anjlok 1,44% ke MYR 1.978/ton pada perdagangan hari ini Rabu (14/11/2018), hingga pukul 11.30 WIB, atau akhir perdagangan sesi 1.

Dengan pergerakan itu, harga komoditas unggulan agrikultur Malaysia dan Indonesia ini sudah melemah sepanjang 7 hari beruntun, sekaligus jatuh ke bawah level psikologis MYR 2.000/ton untuk pertama kalinya sejak awal September 2015.

Pelemahan harga CPO masih didorong oleh peningkatan stok minyak kelapa sawit, sekaligus jatuhnya harga minyak mentah dunia.




Secara fundamental, Malaysian Palm Oil Board (MPOB) merilis bahwa stok minyak kelapa sawit Malaysia naik 7,6% secara bulanan (month-to-month/MtM) ke 2,72 juta ton pada Oktober.

Meski masih lebih rendah dari survei Reuters yang mengestimasikan kenaikan sebesar 14,1% MtM, namun nampaknya stok sebesar itu masih dianggap cukup tinggi oleh pelaku pasar. Secara historis, stok minyak kelapa sawit Negeri Jiran telah meningkat selama 5 bulan berturut-turut ke level tertingginya sejak Desember 2017.

Kenaikan stok di bulan lalu itu didukung oleh peningkatan produksi minyak kelapa sawit sebesar 6% MtM ke 1,96 juta ton, serta realisasi ekspor yang turun 3% MtM ke 1,57 juta ton, masih mengutip data dari MPOB.

Selain itu, harga CPO juga terpengaruh oleh jatuhnya harga minyak mentah dunia. Pada penutupan perdagangan kemarin, harga minyak mentah jenis light sweet yang menjadi acuan di Amerika Serikat (AS) terkoreksi 7% lebih.

Dengan pergerakan itu, harga light sweet melemah 12 hari berturut-turut, yang merupakan reli pelemahan harian terpanjang dalam sejarah. Harga minyak AS ini lantas terpuruk ke level terendahnya sejak November 2017.

Faktor fundamental harga minyak mentah memang amat tidak mendukung. Kombinasi kelebihan pasokan serta permintaan yang lemah di pasar masih menjadi "hantu" yang menyeret harga sang emas hitam ke jurang kehancuran.

Sebagai informasi, penurunan harga minyak mentah memang cenderung menekan harga CPO. Biofuel merupakan salah satu substitusi utama bagi bahan bakar minyak (BBM). Saat harga minyak dunia anjlok, produksi biofuel menjadi kurang ekonomis. Hal ini lantas menjadi sentimen menurunnya permintaan CPO sebagai bahan baku biofuel.  

Tidak hanya itu, pelemahan harga CPO semakin parah mengerkor koreksi harga minyak kedelai kontrak acuan di Chicago Board of Trade (CBoT) yang turun 0,58% pada perdagangan overnight.

Seperti diketahui, harga CPO dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lainnya, seiring mereka bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global. Ketika harga kedelai turun, kecenderungannya adalah harga CPO akan ikut melemah.

(TIM RISET CNBC INDONESIA)
(RHG/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading