Internasional

OPEC: Ada Risiko Kelebihan Pasokan Minyak di 2019

Market - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
12 November 2018 06:29
OPEC: Ada Risiko Kelebihan Pasokan Minyak di 2019
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar minyak dunia akan bergerak ke arah kondisi yang kelebihan pasokan tahun depan karena produksi minyak global yang terus tumbuh membanjiri pasar saat permintaan masih lemah, menurut komite dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), Minggu (11/11/2018).

Komite beberapa anggota OPEC dan negara pengekspor minyak lainnya mengatakan sebuah kelompok beranggotakan sekitar 20an negara mungkin harus meluncurkan langkah pembatasan produksi baru untuk menjaga agar pasar tetap seimbang.



Pengumuman itu terjadi saat meningkatnya pasokan dan suramnya proyeksi permintaan telah membuat harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) turun.


Komite tersebut mengeluarkan komunike yang mengatur perjanjian potensial untuk menahan produksi ketika seluruh anggota OPEC bertemu bulan depan, CNBC International melaporkan.

OPEC dan sekelompok negara pengekspor minyak lainnya, termasuk Rusia, mulai memangkas pasokan mereka sejak Januari 2017 untuk mengatasi membanjirnya suplai di pasar yang membuat harga minyak anjlok dari US$100 per barel menjadi di bawah US$30.

Di bulan Juni, kelompok ini sepakat untuk mengembalikan lagi produksinya setelah beberapa negara memangkas pasokan lebih banyak dari yang mereka perlukan dan membuat harga minyak melonjak ke level tertingginya dalam 3,5 tahun terakhir.

Sejak saat itu, tiga produsen minyak terbesar dunia, AS, Rusia, dan Arab Saudi, telah mencatatkan rekor produksi baru. Di saat yang sama, ketegangan perdagangan antara AS dan China, kenaikan suku bunga, dan pelemahan mata uang di pasar negara berkembang telah meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global dan permintaan minyak dunia.

Bulan lalu, komite ini ditugaskan untuk memonitor kepatuhan produksi negara-negara peserta dan menemukan bahwa mereka mungkin perlu untuk mengubah langkah mereka dan mulai memangkas suplai lagi. Komite pada hari Minggu mengatakan situasi saat ini "mungkin memerlukan strategi baru untuk menyeimbangkan pasar".



"Komite meninjau kembali suplai dan permintaan minyak saat ini dan mencatat bahwa prospek di 2019 menunjukkan pertumbuhan pasokan yang lebih tinggi daripada permintaan global, dengan memperhitungkan ketidakpastian saat ini," menurut Komite Pamantauan Bersama di Tingkat Menteri.

"Komite juga mencatat bahwa terganggunya prospek pertumbuhan ekonomi global terkait ketidakpastian itu dapat mengganggu permintaan minyak di 2019 dan dapat menyebabkan melebarnya jarak antara permintaan dan penawaran." (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading