Harap-harap Cemas Industri Mobil Listrik di RI

Market - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
07 November 2018 09:15
Harap-harap Cemas Industri Mobil Listrik di RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Tiga perguruan tinggi yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada menyelesaikan studi mobil listrik bekerja sama dengan Toyota.

Hasil studi menunjukkan bahwa mobil hybrid dapat lebih hemat bahan bakar 46-52%, sementara itu mobil plug-in hybrid bahkan mencapai 65-82% dibandingkan dengan mobil konvensional.

Adapun, kadar emisi CO2 mobil hybrid (termasuk emisi tenaga listrik) berkurang 46-52% dibanding mobil berbahan bakar bensin, sementara mobil plug-in hybrid mampu mengurangi emisi karbon hingga 63%.



Terkait dengan harga mobil listrik, studi dari Universitas Indonesia menyatakan untuk kelas MPV yang bisa diterima oleh masyarakat maksimal adalah Rp 221 juta.

Setelah studi selesai, langkah selanjutnya bagi pengembangan mobil listrik adalah insentif yang ditunggu-tunggu pelaku usaha.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan insentif itu akan tercantum di dalam peraturan presiden (Perpres).

"Hari ini roadmap-nya sedang kita dorong di Peraturan Pemerintah atau Perpres. Saat ini masih dalam tahap harmonisasi dengan Kemenkeu, terutama fasilitas fiskal seperti super deductable tax untuk vokasi dan inovasi, PPnBM, atau bea masuk ditanggung pemerintah. Jadi sejalan dengan roadmap kendaraan sedan dan EV," kata Airlangga di kantornya, Selasa (6/11/2018).


Menperin mengatakan dengan adanya dorongan dari pemerintah, Indonesia juga akan memiliki pabrik baterai berbasis nikel dan kobalt untuk mobil listrik.

"Pabriknya baru groundbreaking di Maluku Utara dengan salah satu investor Tsingshan Group (China)," ujar Menperin.

Dia juga mengatakan PT Inalum (Persero) dan PT Timah (Persero) tertarik melakukan studi mengenai baterai mobil listrik itu. Sayangnya, Airlangga tidak menjelaskan lebih rinci studi yang dimaksud. 

Semoga, industri mobil listrik di Indonesia dapat benar-benar terwujud. (ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading