Kabar Positif Dari AS & China Bawa Bursa Regional Menghijau

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
01 November 2018 17:38
Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia ditutup di zona hijau.
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia ditutup di zona hijau: indeks Shanghai naik 0,13%, indeks Hang Seng naik 1,75%, dan indeks Strait Times naik 1,39%. Sementra itu, indeks Nikkei melemah 1,06% dan indeks Kospi turun 0,26%.

Sentimen positif dari AS dan China membuat investor cukup bersemangat untuk berburu instrumen berisiko seperti saham. Dari AS, Penasihat Ekonomi Gedung Putih Lawrence Kudlow mengungkapkan bahwa ada peluang Washington-Beijing akan berdamai dan mengakhiri friksi dagang yang memanas sejak awal tahun. Bahkan, bisa saja bea masuk yang sudah diterapkan bakal dicabut.

"Tidak ada yang ditulis di atas batu. Jika ada kesepakatan dengan China, maka bisa saja berbagai bea masuk akan dihapuskan," ungkapnya kepada wartawan di Gedung Putih, mengutip Reuters.


Rencananya, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan berdialog di sela-sela KTT G20 di Buenos Aires (Argentina) pada akhir bulan ini. "Kami mungkin akan melakukan dialog yang sangat bagus dengan Presiden Xi," ujar Kudlow.

Beralih ke China, pelaku pasar dibuat optimis pasca pertemuan Politburo pada hari Rabu (31/10/2018) yang dipimpin oleh Presiden China Xi Jinping mengindikasikan adanya stimulus tambahan yang sedang disiapkan bagi perekonomian Negeri Panda.

Sebagai informasi, Politbiro merupakan sebuah grup yang berisi 25 orang anggota Communist Party of China.

Menurut pernyataan yang dirilis pasca pertemuan selesai digelar, kondisi perekonomian domestik dinyatakan sedang mengalami perubahan, tekanan ke bawah sedang meningkat, dan pemerintah perlu mengambil langkah-langkah untuk mengatasi hal tersebut, seperti dikutip dari Bloomberg.

Sebagai informasi, pada kuartal-III 2018, perekonomian China tercatat tumbuh sebesar 6,5% YoY, lebih rendah dari ekspektasi yang sebesar 6,6% YoY. Capaian ini merupakan yang terendah sejak 2009 silam.


TIM RISET CNBC INDONESIA


Artikel Selanjutnya

Perang Dagang Masih Bisa Tereskalasi, Bursa Saham Asia Loyo


(ank/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading