Fokus Investor

Sentimen Dalam & Luar Bayangi IHSG, Cermati Emiten-emiten Ini

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
24 October 2018 07:59
Rangkuman kabar emiten-emiten di Bursa Efek Indonesia hari Selasa (23/10/2018). Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan kemarin, Selasa (23/10/2018), dengan melemah 0,73% ke level 5.797,89. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 5,69 triliun dengan volume 7,82 miliar unit saham. Frekuensi perdagangan adalah 356.329 kali.

Pelemahan IHSG sejalan denganĀ bursa saham utama di kawasan yang juga diperdagangkan di zona merah: indeks Nikkei anjlok 2,67%, indeks Shanghai turun 2,26%, indeks Hang Seng melemah 3,08%, indeks Straits Times terkoreksi 1,43%, dan indeks Kospi naik terpangkas 2,57%.


Pada perdagangan hari ini, Rabu (24/10/2018), berbagai sentimen dari dalam dan luar negeri, seperti reaksi dunia internasional terhadap kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi hingga defisit transaksi berjalan Indonesia, diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan indeks.


Sepanjang hari kemarin terdapat beberapa aksi emiten yang layak untuk dicermati bagi para investor yang dirangkum oleh CNBC Indonesia, Rabu.

1. Unilever Kantongi Kenaikan Laba Bersih 39,7% Jadi Rp 7,3 T
PT Unilever Tbk (UNVR) mengantongi kenaikan laba bersih pada kuartal III-2018 sebesar 39,7% menjadi Rp 7,3 triliun dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pada periode tersebut, perusahaan mencatat penjualan bersih mengalami peningkatan sebesar 5,5% menjadi sebesar Rp 31,5 triliun dari periode sembilan bulan di tahun sebelumnya. Secara spesifik, penjualan di kuartal ketiga tahun ini saja bertumbuh Rp 10,3 triliun dibanding dengan kuartal sebelumnya.
2. Laba Bank Panin Syariah Turun 21,92% Jadi Rp 11,76 M
PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) mengalami penurunan laba bersih sebesar 21,92% sepanjang kuartal III-2018. Nilai tersebut turun menjadi Rp 11,76 miliar di akhir September lalu dibanding dengan Rp 15,07 miliar pada akhir September 2017.

3. Gozco Plantation Alihkan Saham Anak Usaha Senilai Rp 247 M
PT Gozco Plantation Tbk (GZCO) melakukan penjualan 95% saham PT Golden Blossom Sumatera yang dimiliki secara langsung oleh perseroan kepada anak usaha. Pembeli dalam transaksi tersebut yakni PT Suryabumi Agrolanggeng (PTSA) dengan 99% kepemilikan sahamnya dimiliki oleh perseroan.

Nilai transaksi ini yaitu Rp 247 miliar, atau 18,04% dari nilai ekuitas perseroan pada 30 Juni 2018 senilai Rp 1,36 triliun.

4. Jual Saham IPO Rp 375/unit, Passpod Oversubscribed 10,27 Kali
PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 10,27 kali selama proses bookbuilding yang berlangsung pada 18-22 Oktober 2018.

5. Laris Manis Jualan Jamu, SIDO Cetak Laba Rp 480 M
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mengantongi kenaikan laba bersih pada periode sembilan bulan di 2018 ini sebesar 26,21%. Nilai tersebut tumbuh menjadi Rp 480,11 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 380,38 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumya.

6. Beban Operasional Naik, Laba Bank Panin Tumbuh Tipis 0,6%
PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) mencatatkan pertumbuhan laba tipis pada kuartal III-2018. Dalam sembilan bulan pertama ini, Bank Panin mencetak laba bersih Rp 2,11 triliun angka ini hanya naik 0,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

7. AISA Angkat Direksi Baru, Ini Komentar Bos BEI
Bursa Efek Indonesia (BEI), selaku otoritas bursa, angkat bicara soal hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) menetapkan Hengky Koestanto sebagai Direktur Utama menggantikan Joko Mogoginta yang digelar kemarin, Senin (22/10/18).

BEI saat ini hanya menunggu ketentuan hukum yang sah dan menunggu keputusan di bawah Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) untuk memastikan keabsahan dari aksi tersebut.

8. Mau Merger, Bank Sumitomo Mitsui Terbitkan NCD Rp 1,39 T
PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) menerbitkan Negotiable Certificates of Deposit (NCD) II senilai Rp 1,39 triliun. Surat utang ini diterbitkan dalam tiga seri dengan tingkat bunga bervariasi, paling tinggi sebesar 8,5% per tahun.
Artikel Selanjutnya

Saham-saham Grup Panin Bergerak Liar, Ada Apa?


(prm)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading