Analisa Teknikal

Sinyal The Fed Hajar Rupiah, IHSG Ditutup Turun 1,89%

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
04 October 2018 18:14
Sinyal The Fed Hajar Rupiah, IHSG Ditutup Turun 1,89%
Jakarta, CNBC Indonesia - Bergerak dalam zona merah sepanjang hari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis(4/10/2018) ditutup melemah 1,89% ke level 5.756. sektor keuangan menjadi pemberat IHSG dengan pelemahan 2,44%, memberikan pelemahan 41 poin bagi IHSG.

Nilai transaksi hari ini tercatat sebesar Rp 8,3 triliun. Adapun investor asing sore ini membukukan jual bersih (net sell) Rp 1,16triliun pada pasar reguler.

Seiring dengan pelemahan IHSG, rupiah terhadap dolar juga melemah sepanjang hari. Hingga penutupan pukul 16:00 WIB, US$1 ditransaksikan pada Rp 15.165 di pasar spot, melemah 0,63% dibandingkan penutupan kemarin.
Membaiknya perekonomian Amerika Serikat (AS) nampaknya menjadi momok bagi sebagian besar negara di dunia, membuat mata uang di setiap negara menjadi terdepresiasi. Dolar AS yang dikenal mata uang tahan krisis/save haven semakin perkasa kala the Fed berencana menaikan suku bunganya.


Survei Institute of Supply Management (ISM) menyebutkan indeks aktivitas non-manufaktur AS pada September sebesar 61,6 atau naik 3,1 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Agustus 1997.
Sumber: Reuters

Pelemahan IHSG mulai terlihat ketika bursa dibuka turun 20 poin (-0,34%). Kemudian, pelemahannya terus bertambah hingga menyentuh level terendahnya sesi I di  5.770pada pukul 11:57 WIB.

Memasuki sesi dua, pelemahan indeks tidak tertahan. Mengekor bursa-bursa Asia yang juga terjerembab di zona merah. Pada pukul 14:53 indeks mencapai level terendahnya pada level 5.742 (-2,14%)

Secara teknikal, IHSG hari ini ditutup dengan grafik berbentuk lilin hitam panjang (long black candle) yang memberikan sinyal pelemahan pada perdagangan selanjutnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading