Tahir si 'Crazy Rich Surabayan' yang Diisukan Ambil Muamalat

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
27 September 2018 11:34
Tahir si 'Crazy Rich Surabayan' yang Diisukan Ambil Muamalat
Jakarta, CNBC Indonesia - Siapa yang tak kenal dengan Dato Sri Tahir konglomerat pemilik kelompok usaha Mayapada, menantu Mochtar Riady dan yang juga dikenal sebagai dermawan (philantropist). Hari ini Tahir kembali menjadi sorotan media dan menyita perhatian publik karena diberitakan berniat membeli bank syariah pertama Indonesia, PT Bank Mumalat Tbk.

Tahir terlahir dengan nama Ang Tjoen Ming di Surabaya 26 Maret 1952 atau berumur 66 tahun. Artinya dia juga tercatat sebagai salah satu The Crazy Rich Surabayan.

Usaha yang dilakoni Tahir di bawah bendera Mayapada Group meliputi perbankan, media cetak dan TV berbayar, properti, rumah sakit dan rantai toko bebas pajak/duty free shopping (DFS). Nilai kekayaan Tahir diperkirakan mencapai US$ 3,5 miliar atau sekitar Rp 51 triliun, dan tercatat sebagai orang kaya nomor delapan di Indonesia versi Majalah Forbes.

Tahun 1971, dia menamatkan pendidikan menengah atas (SMA) di SMA Kristen Petra Kalianyar Surabaya. Ketika lulus SMA, Tahir pernah bercita-cita ingin menjadi seorang dokter, tapi kandas karena ayahnya sakit keras hingga tidak sanggup membiayai keluarga.


Tahir muda harus berhenti kuliah dan melanjutkan bisnis ayahnya di Surabaya. Namun pada umur 20 tahun, ia mendapat beasiswa di sekolah bisnis di Nanyang Technological University, Singapura. Sambil kuliah Tahir tiap bulan mencari produk di Singapura untuk dijual di Surabaya.

Dia membeli pakaian wanita dan sepeda dari pusat perbelanjaan di Singapura, menjualnya kembali ke Indonesia. Di umur 35 tahun, ia bersekolah kembali lalu menyelesaikan pendidikan keuangan di Golden Gates University, California, Amerika Serikat.

Dari garmen lambat laun Dr Tahir muda mulai berani memasuki bidang bisnis lain, dia masuki bidang keuangan. Diawali dari Mayapada Group yang didirikannya pada 1986, bisnisnya merambat dari dealer mobil, garmen, perbankan, sampai di bidang kesehatan. Tahun 1990 Bank Mayapada lahir menjadi salah satu bisnis andalannya. Ketika itu, bisnis garmen Mayapada tidak lagi tumbuh, justru bisnis banknya maju pesat.

Saat krisis ekonomi 1998 menghantam negeri, banyak bank pemerintah maupun swasta yang ambruk. Namun di tengah situasi berbahaya seperti itu, Bank Mayapada tetap bertahan, malah mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia.

Aktivitas perbankan Bank Mayapada tidak lumpuh karena ia tidak mengambil kredit dari bank asing sebesar bank-bank di Indonesia pada waktu itu. Bank Mayapada saat itu masih berfokus pada pengucuran kredit usaha kecil.

Selain itu, karena mimpinya menjadi dokter kandas, Tahir memelihara keinginannya tersebut dengan membangun rumah sakit Mayapada yang berlokasi di Tangerang dan Jakarta Selatan. Melalui rumah sakit ini, Tahir memudahkan akses pelayanan kesehatan bagi anak dan orang tidak mampu.

Nama Tahir juag sempat fenomenal saat memberikan sumbangan sebesar US$ 75 juta untuk The Global Fund untuk melawan TBC, HIV, dan Malaria. Di Indonesia bermitra dengan Bill & Melinda Gates Foundation, yayasan sosial milik miliader terkaya di dunia Bill Gates. US$ 10 Juta di antaranya digunakan untuk memperluas akses kontrasepsi. Dengan bermitra bersama Bill & Melinda Gates Foundation, sumbangannya dilipatgandakan menjadi US$ 150 Juta. (hps/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading