Tenang! Pekan Ini Rupiah Tak Akan Sentuh Rp 15.000/US$

Market - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
11 September 2018 14:00
Tenang! Pekan Ini Rupiah Tak Akan Sentuh Rp 15.000/US$
Jakarta, CNBC Indonesia - Pada pekan ini, nilai tukar rupiah diprediksi berada pada kisaran Rp 14.781/US$ - Rp 14.964/US$.

Berdasarkan analisa Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri,  dolar AS masih berpotensi menguat setelah Departemen Tenaga Kerja AS merilis kenaikan nonfarm payroll Agustus lalu. Para pejabat The Fed pun tetap optimis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi AS dan sesuai rencana, masih akan menaikkan suku bunga acuan dua kali hingga tutup tahun.

"Untuk minggu ini, perkembangan kondisi politik dan keuangan Turki akan menjadi fokus pasar global," kata Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro dalam keterangan resminya, seperti dikutip CNBC Indonesia, Selasa (11/9/2018).


Adapun perkiraan atas rilis data bulan lalu oleh AS pekan ini adalah inflasi naik sebesar 0,3% (month-to-month/MtM) dan penjualan ritel AS diprediksi naik 0,4% (MtM). Sedangkan, data produksi industri AS diperkirakan naik 0,3% (MtM) pada Agustus 2018.

"Dari Eropa, pasar menantikan hasil dari rapat Bank Sentral Eropa. Suku bunga acuan ECB diperkirakan masih akan stabil di level 0%. Secara teknikal, diprediksi EUR/USD bergerak di kisaran 1,1502-1,1636 pada perdagangan minggu ini," jelas Andry.

Beralih ke dalam negeri, Andry memprediksi cadangan devisa pada akhir tahun ini akan berada pada posisi US$ 113 miliar atau lebih rendah dari posisi akhir tahun 2017 sebesar US$ 130 miliar. Itu didorong oleh masih adanya volatilitas nilai tukar

Itu memperhatikan pula bagaimana posisi cadangan devisa per Agustus 2018, yakni US$ 117,9 miliar, atau turun US$ 385 juta dari posisi akhir Juli 2018. Posisi tersebut dipengaruhi oleh penggunaan unuk pembayaran utang luar negeri pemerintah serta stabilisasi nilai tukar rupiha sesuai fundamentalnya.

"Selain itu penurunan cadangan devisa juga dipengaruhi menurunnya penembatan valas perbankan di Bank Indonesia, sejalan dengan kebutuhan pembayaran kewajiban valas penduduk," lanjut Andry. 

(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading