Ini Alasan di Balik Penggantian Dirut PGN

Market - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
10 September 2018 14:21
Ini Alasan di Balik Penggantian Dirut PGN
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Perusahaan Gas Negara/PGN Tbk (PGAS) mencopot Jobi Triananda sebagai Direktur Utama PT PGN Tbk (PGAS), dan menggantinya dengan Gigih Prakoso.

Untuk penggantian dirut ini, Komisaris Utama PGN Ign Wiratmaja Puja pun membeberkan alasannya."Pertimbangan pergantian ini sesuai peraturan yang berlaku, yakni kewenangan dari pemegang saham dwiwarna seri A," ujar Wirat kepada media saat dijumpai usai melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perusahaan, di Jakarta, Senin (10/9/2018).




Sebagai informasi, Republik Indonesia melalui Kementerian BUMN memiliki satu saham seri A Dwiwarna PGN, tetapi dikuasakan kepada PT Pertamina (Persero) sebagai pemegang saham mayoritas yang memiliki 56,96% saham, dan 43,04% saham dimiliki oleh pemegang saham publik.  

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno merombak direksi PT PGN Tbk (PGAS) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pagi ini. Posisi Jobi Triananda diganti oleh Gigih Prakoso. Gigih sebelumnya duduk sebagai Direktur Manajemen Investasi dan Risiko di PT Pertamina (Persero).

Direktur Infrastruktur dan Teknologi Dilo Seno Widagdo menambahkan dalam menjalankan tugasnya sebagai direktur utama, Gigih Prakoso akan fokus untuk meleburkan PGN dan Pertagas. "Pak Gigih orientasinya saat ini integrasi Pertamina-PGN-Pertagas. Ini bukan hal yang baru buat Pak Gigih, diskusinya tahu semua Pak Gigih karena selama ini di Pokja Infrastruktur dan Pokja Proyek," ujar Dilo.

Selain itu, Dilo juga menambahkan jajaran direksi PGN yang baru saat ini berkomitmen untuk menjalankan kesepakatan, terutama dalam pembentukan holding migas. "Apa yang sudah kita sepakati kita jalankan," katanya.

Sebelumnya, pihak Kementerian BUMN menyebut konsolidasi antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) akan selesai pada 29 September 2018 mendatang, termasuk kewajiban pembayaran.

Dengan begitu, secara resmi dua perusahaan gas itu akan bernaung di bawah PT Pertamina (Persero), induk usaha di sektor migas. Lebih spesifik, Pertagas akan berada di bawah PGN.

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading