AS Tak Kenakan Tarif Impor, Harga Saham Baja Mulai Terbang

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
31 August 2018 12:14
AS Tak Kenakan Tarif Impor, Harga Saham Baja Mulai Terbang
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) pada perdagangan sesi I menguat signifikan. Kebijakan Amerika Serikat (AS) tidak mengenakan tarif terhadap produk baja Indonesia membuat harga saham baja menguat.

Harga saham BAJA naik 22,88% ke level harga Rp 145/saham. Volume perdagangan sepanjang sesi I mencapai 14,31 juta dari nilai transaksi Rp 2,02 miliar.

Lalu saham KRAS tercatat naik 2,46% ke level harga Rp 416/saham dengan volume perdagangan mencapai 20,39 juta saham senilai Rp 4,43 miliar.

Kementerian Perdagangan mengungkap AS mengecualikan Indonesia dari tarif impor baja 25% dan aluminium 10%.


Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan, Pradnyawati, mengatakan kebijakan itu spesifik terhadap 2 produk berdasarkan Kode HS dan diberikan ke perusahaan yang lolos syarat.

Dari salah HS itu, kata dia, terdapat produk baja tahan karat presisi (precision stainless steel).

"Eksklusi yang diberikan oleh AS itu on company basis. Saat ini yang dikasih baru 1 company/produsen.

Indonesia dan mendapatkan eksklusi untuk 2 specific products (HS). Dibatasi dengan kuota yaitu 235 ton dan akan dievaluasi setiap tahun. Untuk produk-produk tersebut tahun 2017 ekspor kita hanya mencapai 82 ton," katanya, Kamis (30/8/2018).

Lebih lanjut, dia mengatakan bagi produsen baja dan aluminium RI yang mendapat pengecualian itu akan menikmati bea masuk 0% dari Negeri Paman Sam.

Corporate Secretary PT Krakatau Steel Tbk Suriadi Arif mengatakan satu Kode HS yang dikecualikan tarif impor oleh AS itu adalah HS73.

"Yang masuk list adalah barang HS73, kemungkinan pipa atau produk turunan lainnya," kata dia.

Adapun komoditas yang masuk HS73 ini dikategorikan sebagai berbagai produk baja atau besi.



(hps/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading