Analisis Teknikal

Dua Saham Ini Naik Lebih Dari 20%, Mampukah Berlanjut?

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
21 August 2018 08:27
Dua Saham Ini Naik Lebih Dari 20%, Mampukah Berlanjut?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kami merangkum analisis terhadap dua saham yang harganya naik sangat tinggi pada penutupan IHSG kemarin, untuk melihat prospek pergerakannya hari ini, Selasa (21/8/2018). 

Kedua saham tersebut adalah PT MD Pictures Tbk (FILM) dan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB). Berikut analisis Tim Riset CNBC Indonesia secara teknikal.

1.  PT MD Pictures Tbk (FILM)
Saham berkode FILM ini berpeluang mengalami penguatan karena terdapat sinyal menguat (bullish) meski bersifat sedang, menyusul terbentuknya pola grafik lilin putih panjang (long white candle). 


Sempat dihentikan perdagangannya oleh otoritas bursa pada Rabu (15/8/2018) karena mengalami auto rejection 5 hari berturut-turut, FILM kembali dibuka pada Kamis (16/8/2018).  

Auto rejection adalah mekanisme penghentian sementara perdagangan saham yang harganya meroket menyentuh batas maksimum yang diizinkan bursa, untuk memberi waktu bagi investor berpikir. 

FILM merupakan pendatang baru di bursa dengan pencatatan saham (listing) di papan reguler pada 7 Agustus 2018. Di perdagangan bursa Senin (20/8/2018), FILM ditutup naik 260 poin (+23,63%) ke Rp 1.360 per unit saham. 


2.  PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB)
Masih terbuka penguatan lanjutan pada saham SMCB, menyusul terbentuknya pola grafik lilin putih panjang (long white candle) pada perdagangan terakhirnya. 

SMCB diperkirakan masih mengalami kenaikan hari ini setelah bergerak di atas garis rerata pergerakan harga selama 5 dan 10 hari (MA 5 dan MA 10) berdasarkan indikator teknikal rerata pergerakan harga (moving average/MA). 

Diperkuat dengan terbentuknya pola persilangan emas (golden cross) pada indikator teknikal rerata pergerakan konvergen dan divergen (moving average convergence divergence/ MACD). 

Pada perdagangan bursa saham Senin (20/8/2018) SMCB juga mengalami auto rejection setelah naik 195 poin (+24,84%) ke level Rp 980 per unit saham. 


TIM RISET CNBC INDONESIA


(ags/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading