Rights Issue, BRI Agro Targetkan Jadi Bank BUKU III

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
21 August 2018 07:31
Rights Issue, BRI Agro Targetkan Jadi Bank BUKU III
Jakarta, CNBC Indonesia - PT BRI Agroniaga Tbk (AGRO) berencana menambah modal perseroan via penawaran umum terbatas. Langkah itu sejalan dengan keinginan perseroan menjadi bank dengan kategori BUKU III pada tahun ini dari status BUKU II.

Hal tersebut sejalan dengan target rights issue yang akan dilakukan perseroan dengan jumlah Rp 1,75 triliun untuk 2018. Catatan perseroan per Juni 2018, modal inti perseroan mencapai Rp 3,13 triliun. Sedangkan kategori bank BUKU III baru bisa diraih jika modal inti perseroan mampu mencapai minimal Rp 5 triliun.

"Semua diserap dulu ke modal inti. Lalu tujuan penggunaan dana dari rights issue tersebut juga akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan yang selanjutnya akan digunakan seluruhnya untuk pertumbuhan kredit," ujar Direktur Operasional dan Keuangan AGRO Zainuddin Mappa di The Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Senin (20/8/2018) malam.


Menurut dia, alasan utama perseroan menaikkan modal intinya disebabkan oleh rencana utama perseoan menjadikan AGRO sebagai bank terbesar dalam mengelola portofolio pinjaman di sektor agrikultur.


"Karena sistem agrikultur kan itu kemitraan dengan corporate, baru ke yang kecil-kecil. Nah kita enggak bisa kalau modalnya segitu (BUKU II)," kata Mappa.

Lebih lanjut, dia menjelaskan kondisi pasar yang penuh ketidakpastian saat ini tak menyurutkan langkah AGRO melakukan rights issue.

Dalam aksi korporasi tersebut, AGRO akan melepas sebanyak-banyaknya 5 miliar lembar saham atau 27,1% dari jumlah saham yang ditempatkan perseroan dengan harga pelaksanaan senilai Rp 400/saham. Target dana yang diraih mencapai maksimum Rp 2 triliun.

Mappa mengatakan, kinerja perusahaan yang terus membukukan kinerja positif yang signifikan, serta kepastian induk usaha yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) selaku pemegang saham mayoritas yang akan melaksanakan haknya menjadikan perseroan optimistis rights issue tersebut akan diserap secara maksimal.

"Sisanya ya nanti tergantung pasar juga karena kepemilikan saham publik juga ada sekitar 6,5%," ujarnya. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading