Pelemahan Rupiah Jadi Pemicu Asing Lepas Saham Telkom

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
20 August 2018 15:04
Pelemahan Rupiah Jadi Pemicu Asing Lepas Saham Telkom
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menjadi salah satu saham yang paling gencar dilepas investor asing sepanjang tahun ini. Selain kinerja yang memang mengecewakan, depresiasi rupiah jadi salah satu pemicu asing melepas kepemilikan saham Telkom.

Mengutip data perdagangan bursa, investor asing telah melakukan jual bersih atas saham Telkom senilai Rp 6,06 triliun sepanjang 2018, dimana ini merupakan yang terbesar kedua setelah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang dilepas senilai Rp 10,73 triliun. Pada perdagangan hari ini, saham TLKM dilepas senilai Rp 104,29 miliar.

Ada dua alasan utama yang membuat investor asing melepas saham TLKM. Pertama, pelemahan rupiah.



Jika dibandingkan dengan para kompetitornya yakni PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), kapitalisasi pasar TLKM merupakan yang terbesar. Per akhir tahun 2017, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat TLKM memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 447,6 triliun. Sementara itu, kapitalisasi pasar EXCL, ISAT, dan FREN tercatat masing-masing sebesar Rp 31,6 triliun, Rp 26,1 triliun, dan Rp 5,2 triliun.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar itu, tentunya investor asing memiiki kepemilikan yang lebih besar atas saham TLKM jika dibandingkan dengan para kompetitornya.

Sepanjang tahun ini (hingga penutupan perdagangan hari Kamis, 16/8/2018), rupiah telah melemah 7,67% melawan dolar AS. Ketika rupiah melemah melawan dolar AS, berinvestasi dalam instrumen yang berbasis rupiah menjadi kurang menarik lantaran ada potensi rugi kurs yang harus ditanggung.

Kedua, yang melandasi aksi jual investor asing atas saham TLKM adalah kinerja keuangannya yang begitu mengecewakan. Sepanjang kuartal II-2018, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 2,96 triliun, sangat jauh dari rata-rata konsensus yang dihimpun oleh Reuters sebesar Rp 5,96 triliun.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih TLKM anjlok hingga 45,4%. Anjloknya laba bersih perusahaan salah satunya disebabkan oleh penjualan yang tak mencapai target. Sepanjang kuartal-II, penjualan TLKM tercatat sebesar Rp 33,03 triliun, lebih rendah dari ekspektasi yang sebesar Rp 33,91 triliun.

Jika dilihat secara semesteran, TLKM mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 28,1% sepanjang semester I-2018 menjadi Rp 8,69 triliun. Pada semester I-2017, laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 12,1 triliun.

Kedua faktor tersebut (pelemahan rupiah dan kinerja yang mengecewakan) memaksa investor asing melakukan aksi jual sekaligus mengamankan untung yang sudah diraup. Sepanjang 2017, saham TLKM melesat hingga 12%, jauh mengalahkan ISAT dan FREN yang masing-masing justru terkoreksi sebesar 26% dan 6%. Performa saham TLKM hanya kalah dari EXCL yang melejit hingga 28%.


TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading