Bank Terbesar ASEAN Ramal BI Naikkan Bunga Acuan 50 Bps Lagi

Market - Irvin Avriano, CNBC Indonesia
08 August 2018 14:39
Bank Terbesar ASEAN Ramal BI Naikkan Bunga Acuan 50 Bps Lagi
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih mempertahankan posisi atau stance yang hawkish sampai akhir 2018. Stance itu membuat BI kemungkinan masih akan menaikkan suku bunga acuan 7 day reverse repo rate.

DBS, bank terbesar Asia Tenggara yang berasal dari Singapura, memprediksi BI menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin (bps) pada semester II-2018. Hal itu terkait dengan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2018 yang kuat.

"Risiko inflasi domestik sudah terkalkulasi, tetapi ketidakpastian dan kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) akan membuka peluang adanya kenaikan suku bunga BI 50 bps lagi," kata Ekonom DBS Radhika Rao dan tim dalam risetnya yang diterima CNBC Indonesia, Rabu (8/8/2018).


Dia juga mengatakan bank sentral yang berada di bawah kepemimpinan gubernur baru, Perry Warijyo, telah mengambil langkah antisipatif dalam menyikapi volatilitas dan depresiasi rupiah. Kecil kemungkinan bagi bank sentral untuk melonggarkan kewaspadaannya terhadap perkembangan kondisi global.

Awal pekan ini, Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II-2018 5,3% YoY versus kuartal I-2018 5,1% dan tercepat sejak kuartal IV/2013. DBS juga menilai belanja pemerintah akan naik menjelang pemilu, ditambah konsumsi rumah tangga yang membaik. Tingkat konsumsi itu didukung oleh permintaan musiman, panen raya, dan prospek inflasi yang melandai.

Pertumbuhan investasi memang melunak pada kuartal II-2018, tetapi penurunan tersebut kemungkinan tidak akan bertahan lama karena belanja modal proyek di sektor publik masih berjalan dan utilisasi kapasitas membaik.

Di sisi negatifnya, kontribusi dari neraca perdagangan masih minus dalam tiga kuartal berturut-turut. Namun, untuk semester II-2018 mereka memprediksi permintaan rumah tangga dan belanja pemerintah akan tetap suportif, dengan rezim kebijakan ketat yang akan melunak. Perdagangan luar negeri masih akan tetap membebani kondisi.

Untuk inflasi, DBS memandang modal 3,3% YoY pada Januari-Juli akan menjadi 3,6% sepanjang tahun karena faktor kenaikan harga makanan, dan subsidi energi yang dilanjutkan akan menjadi tekanan yang mendorong beban.


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading