Internasional

Saham Facebook Anjlok, Kekayaan Zuckerberg Raib Rp 272 T

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
27 July 2018 13:15
Saham Facebook Anjlok, Kekayaan Zuckerberg Raib Rp 272 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Anjloknya harga saham Facebook membawa petaka bagi sang CEO, Mark Zuckerberg. Pada perdagangan kemarin (26/7/2018), harga saham Facebook anjlok hingga 19% menjadi US$ 176,26/unit, dari yang sebelumnya US$ 217,5/unit.

Mengutip Investopedia, per 25 Juli 2018 Zuckerberg menguasai sebanyak 14,18 juta saham kelas A Facebook dan 441,6 juta saham kelas B Facebook. Jika dihitung menggunakan harga penutupan hari Rabu (25/7/2018), kekayaan Zuckerberg melalui kepemilikannya atas saham Facebook adalah senilai US$ 99,13 miliar atau setara dengan Rp 1.433 triliun.

Namun, jika dihitung menggunakan harga penutupan hari Kamis, nilainya turun menjadi US$ 80,34 miliar atau setara dengan Rp 1.161 triliun. Ini artinya, dalam sehari Zuckerberg kehilangan hingga US$ 18,8 miliar atau Rp 272 triliun.


Penyebab dari anjloknya saham raksasa media sosial tersebut adalah earnings call yang diselenggarakan pada hari Rabu. Dalam earnings call tersebut, CFO Facebook David Wehner memperingatkan bahwa tingkat pertumbuhan pendapatan perusahaan dapat melambat, salah satunya dikarenakan prioritas perusahaan untuk mengedepankan privasi.

Selain itu, investor juga menghukum saham Facebook lantaran perusahaan gagal menambah pengguna aktif harian di Amerika Utara dan kehilangan pengguna aktif harian di Eropa pada kuartal-II 2018.

Mengutip CNBC International, dalam laporan kuartal-II 2018 pengguna aktif harian di Amerika Utara tercatat sebesar 185 juta, sama seperti kuartal sebelumnya. Padahal, analis memperkirakan peningkatan menjadi 185,4 juta, seperti dilansir dari FactSet.

Pengguna aktif harian di Eropa turun menjadi 279 juta pada kuartal-II 2018 dari 282 juta pada kuartal sebelumnya, kemungkinan disebabkan oleh Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) yang baru saja diberlakukan. GDPR merupakan peraturan yang memberi pengguna lebih banyak kendali atas data online milik mereka.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(ank/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading