Aksi Korporasi

Kookmin Eksekusi Rights Issue, Bukopin Raih Rp 1,46 T

Market - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
27 July 2018 12:35
Kookmin Eksekusi Rights Issue, Bukopin Raih Rp 1,46 T
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) meraih dana sebesar Rp1,46 triliun dari proses Penawaran Umum Terbatas IV (rights issue) yang dilakukan sampai dengan 27 Juli 2018.

Transaksi perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dilakukan pada 13 Juli sampai 25 Juli 2018. Setelah proses perdagangan HMETD, KB Kookmin Bank sebagai Pembeli Siaga (standby buyer) membeli saham Bank Bukopin sebanyak 2,56 miliar lembar pada harga Rp570 per lembar saham. Pembayaran atas transaksi tersebut telah dilakukan pada tanggal 27 Juli, hari ini.

Setelah proses rights issue, komposisi pemegang saham Bank Bukopin menjadi Bosowa Corporindo (23,4%), KB Kookmin Bank (22,0%), Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia/KOPELINDO (12,4%), Negara RI (8,9%), dan Publik (33,3%).


Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo mengungkapkan masuknya KB Kookmin Bank sebagai pembeli siaga saham Bank Bukopin pada harga premium mmengindikasikan tingginya kepercayaan pelaku pasar internasional terhadap prospek bisnis Bank Bukopin.

"Kami bersyukur proses rights issue telah terealisasi sesuai rencana. Setelah diperolehnya tambahan modal dari proses rights issue, pada semester II Bank Bukopin dapat fokus untuk memacu pertumbuhan dan kinerja," ujarnya Jumat (27/7/2018).

Menurutnya, Bukopin telah menyiapkan sejumlah program strategis untuk memacu pertumbuhan kinerja, diantaranya dengan memacu pertumbuhan aset yang berkualitas, pengembangan fee based income, efisiensi operasional, memperbaiki struktur Dana Pihak Ketiga dan menyiapkan bisnis masa depan melalui bisnis start up dan aliansi fintech serta menjangkau nasabah baru dari generasi milenial.

Setelah masuknya Kookmin Bank menjadi pemegang saham, menurut Eko, Bukopin masih akan tetap fokus pada segmen Ritel dan Konsumer.

Pada perdagangan sesi I hari ini, saham Bukopin dengan kode BBKP meningkat 8,19% menjadi Rp 440 setelah sempat menyentuh Rp 454. Volume perdagangan mencapai 50,47 juta lembar denganĀ  nilai transaksi Rp 22,3 miliar.
(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading