Darmin Komentari Lelang SBI yang Ramai, Namun SBN Sepi

Market - Arys Aditya, CNBC Indonesia
25 July 2018 10:22
Darmin Komentari Lelang SBI yang Ramai, Namun SBN Sepi
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tidak khawatir likuiditas menjadi ketat setelah Bank Sentral menerbitkan kembali Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan likuiditas tidak terlalu berpengaruh dengan penerbitan SBI karena BI tidak akan melakukan aksi pembelian SBN dengan hasil lelang SBI.

"Ya SBI kan cuma alternatif saja. Ya kan BI nggak mungkin beli SBN dari duitnya SBI. Jadi ya nggak mungkin ketat lah," kata Darmin usai membuka High Level Dialogue: Indonesia Pusat Ekonomi Islam Dunia, Rabu (25/7/2018).


Dalam lelang pertamanya, BI berhasil menyerap sekitar Rp 5,975 triliun dari lelang lelang SBI 9 dan 12 bulan, degan total penawaran yang masuk mencapai Rp 14,24 triliun. Angka tersebut, jauh lebih tinggi dari serapan obligasi pemerintah kemarin.

Ada kemungkinan, sebagian dana investor sudah terlebih dahulu masuk ke instrumen bank sentral. Jika terus menerus terjadi seperti ini, bukan tidak mungkin pasar pemerintah akan terganggu.

Obligasi negara kerap kali digunakan untuk menambal defisit anggaran yang digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, subsidi, bantuan sosial, gaji pegawai, dan sebagainya.

SBI memang bisa menarik aliran modal jangka pendek, sehingga memperkokoh pondasi rupiah. Namun, kehadiran SBI juga bisa menjadi momok bagi pembiayaan pembangunan.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan sejatinya tidak terlalu merisaukan hal ini. Begitupun dengan BI, yang mengklaim telah melakukan koordinasi sebelum melakukan lelang kemarin.

BI, pun membuka kemungkinan untuk kembali menerbitkan SBI pada bulan depan. Namun, bank sentral memastikan bahwa jadwal penerbitan tidak akan bentrok dengan penerbitan lelang obligasi negara.

"Dari sisi lelang, kami akan koordinasi dengan pemerintah supaya tidak berbenturan. SBI dan SBN itu profilnya beda, sehingga tidak rebutan," jelas Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Nanang Hendarsah.


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading