Incar Dana Asing dari 'Jualan' SBI, Beban BI Bakal Nambah

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
24 July 2018 13:29
Incar Dana Asing dari 'Jualan' SBI, Beban BI Bakal Nambah
Jakarta, CNBC Indonesia - Biaya operasi moneter yang ditanggung Bank Indonesia (BI) dalam rangka menjaga stabilitas moneter diperkirakan akan membebani kas keuangan bank sentral seiring dengan keputusan bank sentral mereaktivasi Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah tak memungkiri, reaktivasi SBI akan menambah biaya operasi moneter. Namun, SBI hanyalah satu di antara instrumen moneter BI yang memberikan dampak pada neraca keuangan BI.

"Baik itu SBI atau SDBI [Sertifikat Deposito Bank Indonesia], itu ada biaya operasi moneter," kata Nanang, Selasa (24/7/2018).


Meski demikian, BI belum mau mengungkap seberapa besar dampak dari reaktivasi tersebut terhadap neraca keuangan BI. Namun, bank sentral menegaskan, hal tersebut sudah masuk dalam penghitungan secara keseluruhan.

"Kontraksi moneter akan menimbulkan biaya. [...] Kami sedang menjajaki kemungkinan bekerjasama dengan lembaga-lembaga IKNB dan lembaga keuangan lainnya," katanya.

"Jadi kami pinjam dan menggunakan SUN [Surat Utang Negara] karena mereka banyak sekali. Daripada didiamkan. Tapi ini masih penjajakan tidak dalam waktu dekat. Dalam waktu dekat, SBI 9 dan 12 bulan dulu," ungkapnya.

Seperti diketahui, beban bunga SBI pada neraca bank sentral pada tahun anggaran 2010 menjadi instrumen pengendalian likuiditas penyumbang terbesar defisit neraca keuangan.

Pada 2010, BI harus rela mengeluarkan bunga instrumen moneter SBI, Fasilitas SBI, dan Fine Tune Operation (FTO) mencapai Rp 22,2 triliun.




(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading