Fokus Investor

Emiten Rilis Kinerja Semester I hingga Rencana Rights Issue

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
23 July 2018 08:14
Emiten Rilis Kinerja Semester I hingga Rencana Rights Issue
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam lima hari perdagangan tercatat turun 1,20% menjadi 5.872,78 poin dari 5.944,07 poin pada penutupan akhir pekan lalu, Jumat (20/7/18).

Nilai kapitalisasi pasar BEI di akhir pekan ini juga menurun 1,20% menjadi Rp 6.615,50 triliun dari Rp 6.695,58 triliun pada pekan lalu. Pada periode tersebut, positifnya laporan kinerja keuangan semester I-2018 dari berbagai emiten berkapitalisasi besar tidak mampu memberikan dorongan penguatan bagi IHSG.

Selain itu, berbagai rencana dan aksi korporasi juga terjadi pada pekan lalu sebagaimana dirangkum CNBC Indonesia, Senin (23/7/18).


1. Tiga Bank Pelat Merah Cetak Pertumbuhan Laba Dua Digit
Tiga bank milik negara, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), sudah melakukan publikasi kinerja semester I-2018.


Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp 12,2 triliun atau bertumbuh 28,7% year on year (yoy). Sementara itu, BNI dan BTN juga membukukan pertumbuhan laba bersih dua digit, yakni masing-masing 12,01% (Rp 1,42 triliun) dan 13,3% (Rp 2,04 triliun).


2. Tiga Emiten Akan Terbitkan Obligasi Rp 5,5 Triliun
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat akan ada tiga perusahaan yang menerbitkan obligasi. Total nilai emisi yang akan diterbitkan oleh tiga perusahaan ini mencapai Rp 5,5 triliun.


Tiga emiten yang akan menerbitkan surat utang tersebut antara lain:
* PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE), menerbitkan obligasi berkelanjutan II Tiphone Tahap I tahun 2018 dengan nilai emisi Rp 1,2 triliun.
* PT Jakarta Lingkar Baratsatu dengan nilai penerbitan Rp 1,3 triliun
* PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) yang merupakan obligasi subordinasi Bank Mayapada V Tahun 2018 senilai total Rp 3 triliun.


3. Kredit Macet 6%, Bank Mayapada 'Diganjar' Prospek Negatif
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA- PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA). Namun, prospek untuk peringkat perseroan direvisi oleh Pefindo dari sebelumnya stabil menjadi negatif.


Turunnya prospek tersebut didorong oleh profil kualitas aset perseroan yang berpotensi melemah dengan meningkatnya resiko kredit bermasalah (non-performing loans/NPL) dan kredit dalam perhatian khusus (DPK).


4. Bakrie Plantation Konversi Utang jadi Saham Senilai Rp 7 T
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) menargetkan untuk melakukan restrukturisasi utang hingga Rp 7 triliun pada semester-II tahun ini atau 50% dari total utang yang dimiliki perseroan sebesar Rp 13,9 triliun, dengan mekanisme debt to equity swap.



5. BNI Salurkan Kredit 700 Juta Yen ke Perusahaan Jepang

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyalurkan kredit 700 juta yen kepada PT. Banshu Electric Indonesia. Kredit ini akan dipergunakan sebagai modal kerja dan mendukung kegiatan ekspor Banshu Electric.


6. LDR di Atas 111%, BTN Siap Terbitkan Obligasi
PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) pada semester I-2018 berada di angka 111,46%.


Namun dengan kondisi LDR di atas treshold tersebut, perseroan mengaku tidak mengalami permasalahan dan akan mengantisipasi dengan penerbitan obligasi.


7. Tarif Tol Tak Naik, Laba Jasa Marga Cuma Tumbuh 2,9%
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan kenaikan laba bersih 2,9% sepanjang semester I-2018 menjadi Rp 1,04 triliun dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,01 triliun.


Kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh naiknya pendapatan JSMR pada periode tersebut menjadi Rp 18,66 triliun atau tumbuh signifikan 42,47% dari semester I tahun lalu sebesar Rp 13,09 triliun. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading