Penguatan Rupiah Genjot Pasar Obligasi Negara

Market - Irvin Avriano, CNBC Indonesia
09 July 2018 18:35
Penguatan Rupiah Genjot Pasar Obligasi Negara
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar obligasi menguat tajam pada hari ini mengiringi penguatan nilai tukar rupiah. Penguatan yang terjadi pada seluruh seri acuan (benchmark) sejak awal perdagangan masih bertahan dan meningkat hingga pantauan terakhir 16:30. 

Penguatan harga itu membuat tingkat imbal hasil (yield) seluruh seri acuan turun. Pergerakan harga dan yield saling bertolak belakang di pasar sekunder. 
Penguatan Rupiah Genjot Pasar Obligasi Negara

Data Reuters menyebutkan seri acuan yang paling mengalami penguatan harga sekaligus penurunan yield adalah seri jangka menengah yaitu FR0065 (15 tahun) yang mengalami penurunan yield 17 basis poin (bps) menjadi 7,94%.
 

Di antara empat seri itu, seri FR0075 menjadi seri yang mengalami kenaikan harga paling rendah dan membuat yield-nya tertekan 7 bps menjadi 8,02%. Di pasar AS, harga obligasi pemerintah seri acuan 10 tahun terkoreksi cukup dalam dan membuat yield-nya pada 2,85%.


Surat utang pemerintah AS menjadi acuan dan pembanding oleh investor global terhadap investasi sejenis di negara lain.
 Penguatan harga dan penurunan yield itu membuat selisih (spread) dengan obligasi pemerintah Indonesia 3,82, jauh lebih lebar daripada posisi 2,9 pada Jumat pekan lalu.

Melebarnya spread kedua instrumen ini membuat investasi di pasar obligasi negara rupiah semakin menarik di mata investor.
 Nilai tukar rupiah positif lagi hari ini 0,31% menjadi Rp 13.320/dolar AS, melanjutkan penguatan pada Jumat pekan lalu.

Penguatan rupiah juga disambut oleh meroketnya pasar saham dengan posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di atas level psikologis 5.800 karena menguat 1,97% yaitu menjadi 5.807.
 

TIM RISET CNBC INDONESIA


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading