Harga CPO Anjlok Nyaris 2%, Saham AALI dan LSIP Rontok

Market - Raditya Hanung Prakoswa, CNBC Indonesia
28 May 2018 15:32
Harga CPO Anjlok Nyaris 2%, Saham AALI dan LSIP Rontok
Jakarta, CNBC IndonesiaHarga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) kontrak pengiriman Agustus 2018 di bursa derivatif Malaysia, terkoreksi 1,79% ke MYR2.411/ton, hingga pukul 15.00 WIB hari ini. Energi negatif bagi harga CPO datang dari lesunya permintaan ekspor Malaysia, turunnya harga minyak dunia, dan melemahnya harga minyak kedelai.

Dengan capaian tersebut, harga komoditas agrikultur unggulan ekspor Indonesia dan Malaysia ini melanjutkan tren pelemahannya, pasca ditutup melemah hingga 1,48% pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Harga CPO Anjlok Nyaris 2%, AALI dan LSIP Rontok



Berbagai macam sentimen negatif datang membebani pergerakan harga CPO hari ini. Pertama, berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh AmSpec, ekspor minyak kelapa sawit Negeri Jiran periode 1-25 Mei turun 14,2% secara month-to-month (MtM) ke angka 983.656 ton.

Senada dengan itu, SGS juga melaporkan bahwa pengiriman minyak kelapa sawit Malaysia juga menurun 13,5% MtM ke level 1.003.696 ton. Perlambatan permintaan ekspor ini nampaknya terjadi akibat pemberlakuan kembali pajak ekspor minyak kelapa sawit Malaysia, di mana mulai dikenakan sebesar 5% pada awal bulan Mei lalu. Pada 4 bulan sebelumnya, pajak ini dibebaskan.

Selain itu, ekspor Malaysia juga masih tertekan oleh peningkatan tarif impor di India. Negeri Bollywood, yang merupakan salah satu importir CPO terbesar di dunia, menaikkan tarif impor dari semula 30% menjadi 44%.

Kedua, pelemahan harga sang rival minyak kedelai. Harga komoditas agrikultur unggulan Negeri Paman Sam di Chicago Board of Trade, terkoreksi cukup dalam sebesar 1,17% pada perdagangan akhir pekan. Harga CPO memang dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lainnya (seperti minyak kedelai), seiring mereka bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global. Ketika harga minyak kedelai melemah, kecenderungannya adalah harga CPO akan ikut turun.

Ketiga, harga minyak dunia yang anjlok membuat produksi biodiesel menjadi kurang ekonomis. Hal ini lantas menjadi sentimen berkurangnya permintaan CPO sebagai bahan baku biodiesel. Di sepanjang pekan lalu, harga minyak jenis brent dan light sweet melemah masing-masing sebesar 2,64% dan 4,77%

Amblasnya harga sang emas hitam dipicu oleh ekspektasi peningkatan produksi minyak mentah dari 3 produsen utama dunia yakni Rusia, Amerika Serikat (AS), dan Arab Saudi. Peningkatan ini diproyeksikan akan mengompensasi disrupsi pasokan minyak yang disebabkan oleh krisis di Venezuela serta dipulihkannya sanksi AS terhadap Iran.

Lesunya harga CPO hari ini masih direspon bervariasi oleh saham emiten sub-sektor kelapa sawit di bursa domestik. Menjelang penutupan perdagangan hari ini, harga saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) melemah 1,77% ke 12.475, PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) turun 1,21% ke 1.220, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) flat di 1.190, PT Salim Ivomas Pratama Tbk naik 1,82% ke 560, dan PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menguat 0,50% ke 200.

(RHG/RHG)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading