BRMS Juga Punya Utang ke Bukopin yang Belum Lunas Sejak 2011

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
14 May 2018 12:43
Utang tersebut juga dilakukan pada 2011 untuk membeli ruang kantor di Bakrie Tower senilai Rp 10 miliar. Foto: Reuters
Jakarta, CNBC Indonesia - Selain meminjam ke PT Bank Muamalat Tbk, perusahaan tambang emas PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) juga memiliki utang ke PT Bank Bukopin Tbk (BBKP). Utang tersebut juga dilakukan pada 2011 untuk membeli ruang kantor di Bakrie Tower senilai Rp 10 miliar.

Dalam laporan keuangan perseroan kuartal I-2018 tercatat, pada tanggal 1 Juli 2011, Bumi Resources Mineral dan PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin) menandatangani perjanjian kredit dengan jangka waktu 60 bulan, dimana Bukopin setuju menyediakan pendanaan sebesar Rp 10 miliar atau setara dengan US$ 1,089,325 untuk pembelian ruang kantor di Bakrie Tower. Pada kuartal I-2018 nilai utang tersebut tercatat senilai US$ 104.141.

Pinjaman memiliki bunga tetap 12% per tahun dan akan dibayar 60 kali angsuran bulanan sampai dengan 1 Juli 2016. Ruang kantor yang dibeli digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh dari pinjaman tersebut.

Namun dalam perjalanannya perseroan melalukan restrukturisasi kredit pada tanggal 5 Oktober 2015. Keduanya bersepakat menandatangani perubahan perjanjian pemberian fasilitas kredit dengan Bukopin yang didalamnya terdapat beberapa penyesuaian, antara lain:
  1. Perpanjangan tanggal jatuh tempo selama 48 bulan sehingga fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 2 Oktober 2019 dan
  2. Perubahan suku bunga pinjaman berubah menjadi 13% per tahun.
Saat ini Bank Bukopin sedang dalam menghadapi permasalahan permodalan dan berencana akan menerbitkan saham baru (rights issue).



Artikel Selanjutnya

Pasca Libur Lebaran, IHSG Anjlok


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading