Wah, Cadangan Devisa RI Bakal Terjun US$ 10 M di 2018

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
08 May 2018 19:07
Wah, Cadangan Devisa RI Bakal Terjun US$ 10 M di 2018
Jakarta, CNBC Indonesia - Volatilitas nilai tukar rupiah pada tahun ini diperkirakan akan semakin menggerus cadangan devisa Indonesia. Hingga akhir tahun, cadangan devisa diperkirakan turun hingga di kisaran US$ 120 miliar, atau jauh lebih rendah dari posisi akhir 2017 yang mencapai US$ 130 miliar.

"Kami masih berharap cadangan devisa bisa berada di kisaran US$ 120 miliar," ungkap Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro melalui pesan singkatnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (8/5/2018).

Berdasarkan keterangan Bank Indonesia, posisi cadangan devisa di akhir April 2018 tercatat sebesar US$ 124,8 miliar. Angka tersebut turun US$ 1,14 miliar dari posisi akhir Maret 2018 yang mencapai US$ 126 miliar. Sejak awal tahun hingga akhir April, posisi cadangan devisa terus tergerus.


Andry menilai, proyeksi cadangan devisa tersebut telah memperhitungkan tekanan eksternal seperti dari ekspektasi kenaikan Fed Fund Rate. Belum lagi, sambung dia, ditambah dengan potensi adanya perang dagang antara AS dan China, serta kenaikan harga minyak dunia.

"Karena tekanan eksternal, seperti kebijakan pengetatan kebijakan moneter The Fed," jelas dia.

Dalam keterangannya, BI pun tak memungkiri penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh penggunaan devisa pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.


"Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung terjaganya keyakinan terhadap prospek perekonomian domestik yang membaik dan kinerja ekspor yang tetap positif," demikian penjelasan BI.

Berikut posisi cadangan devisa sejak 2018 :
  • Januari 2018 : US$ 131,98 miliar
  • Februari 2018 : US$ 128,05 miliar
  • Maret 2018 : US$ 126,003 miliar
  • April 2018 : US$ 124,862 miliar

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading