Harga IPO Rp 3.850 - Rp 5.000, Asuransi Tugu Incar Rp 1,41 T

Market - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
11 April 2018 13:57
Harga IPO Rp 3.850 - Rp 5.000, Asuransi Tugu Incar Rp 1,41 T
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, anak usaha PT Pertamina, menetapkan harga penawaran penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) pada kisaran Rp 3.850 sampai Rp 5.000 per lembar saham.

Dengan IPO sebesar 15% saham atau sejumlah 282.352.941 lembar, maka Asuransi Tugu Pratama berpeluang menghimpun dana sebesar Rp 1,09 triliun hingga Rp 1,41 triliun.

Direktur Utama Asuransi Tugu Pratama Indra Baruna mengatakan sebagian besar hasil dari IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha terutama untuk segmen ritel.


"Bisnis asuransi ritel potensinya sangat besar, sementara penetrasi Asuransi Tugu Pratama di ritel masih minimal. Dukungan dari induk usaha (Pertamina) sangat besar agar Tugu Pratama masuk ke ritel, "ujar Indra seusai Due Dilligence dan Public Expose IPO, Rabu (11/4/2018).

Lebih rinci, sebanyak 75% hasil dari IPO akan digunakan untuk memperkuat modal perseroan dalam rangka pengembangan bisnis, yang terdiri dari pengembangan infrastruktur perusahaan, infrastruktur teknologi informasi dan operasional lainnya serta rebranding dan promosi.

Adapun 25% dana hasil IPO akan digunakan untuk penyertaan modal pada entitas anak, yaitu PT Tugu Reasuransi Indonesia. "Suntikan modal untuk Tugu Re akan dilakukan langsung setelah IPO," ujar Indra.

Masa penawaran awal dilakukan mulai hari ini, Rabu (11/4/2018 ) hingga 23 April 2018. Sementara Perkiraan masa penawaran umum perdana saham pada 7 - 9 Mei 2018. Entitas ini menargetkan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 15 Mei 2019

Bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi IPO ini adalah Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas.

Direktur Pelaksana Danareksa Sekuritas Boumediene Sihombing mengakui bila emiten asuransi kurang aktraktif bila dibandingkan dengan sector finansial lain seperti perbankan.

"Namun Asuransi Tugu Pratama bisa bisa menjadi alternative baru yang menarik dibandingkan dengan asuransi lain yang sudah listed, karena ini adalah anak BUMN yang terbesar di Indonesia," jelasnya.

Setelah IPO, kepemilikan Pertamina di Tugu Pratama terdilusi menjadi 55,25% dari sebelumnya 65%. Sementara pemegang saham lainnya, PT Sakti Laksana Prima menjadi 14,96%, Siti Taskiyah menjadi 10,33% dan Satya Permadi menjadi 4,46%. (roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading