Sudah Mahal, Investor Mulai Lepas Saham Indocement

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
10 April 2018 14:40
Sudah Mahal, Investor Mulai Lepas Saham Indocement
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) terkoreksi sebesar 2,25% pada perdagangan hari ini ke level Rp 18.425/saham. Jika nilai koreksi ini bertahan sampai dengan akhir perdagangan, maka rantaian penguatan saham INTP yang sudah berlangsung selama enam hari berturut-turut akan terputus.

Terhitung sejak 2 April hingga penutupan perdagangan kemarin (9/4/2018), harga saham INTP telah meroket hingga 18% (dari Rp 16.000/saham menjadi Rp 18.850/saham).

Berdasarkan pantauan tim riset CNBC Indonesia sebelumnya, tak ada sentimen khusus yang mendukung penguatan harga saham INTP. Aksi beli nampak dilakukan investor lantaran koreksinya yang sudah begitu besar. Terhitung sejak awal November 2017 sampai dengan penutupan perdagangan tanggal 29 Maret 2018, saham INTP telah terkoreksi sebesar 32,5%.


Padahal, pada periode tersebut saham kompetitornya yaitu PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik tipis 0,49%, sementara PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) justru menguat hingga 35,8%.

Aksi beli tak hanya dilakukan oleh investor domestik, melainkan juga oleh investor asing. Jika dihitung sejak 1 minggu terakhir, beli bersih investor asing atas saham INTP telah mencapai Rp 73,52 miliar.

Namun, penguatan yang belakangan ini terjadi membuat harga saham INTP saat ini sudah mahal. Mengutip konsensus yang dihimpun oleh Reuters, saat ini median dari target harga saham INTP untuk periode 12 bulan ke depan berada di level Rp 16.850/saham.

Jika dihitung berdasarkan rata-rata, target harga dari para analis berada di level Rp 17.836/saham. Harga saham INTP sudah jauh lebih tinggi dari target harga tersebut (baik median maupun rata-rata).

Dari sisi keuangan, kinerja INTP dapat dikatakan mengecewakan. Sepanjang tahun 2017, laba bersih perusahaan anjlok 52% menjadi Rp 1,86 triliun, dari yang sebelumnya Rp 3,87 triliun pada tahun 2016. Sementara itu, pendapatan turun 6,05% menjadi Rp 14,43 triliun, dari yang sebelumnya Rp 15,36 triliun.

Untuk tahun 2018, analis memproyeksikan pendapatan akan tumbuh 10% menjadi Rp 15,87 triliun, sementara laba bersih diproyeksikan meroket 30% menjadi Rp 2,42 triliun. Walaupun kinerja keuangan diproyeksikan membaik, harga saham yang sudah berada di atas target harga dari para analis membuat investor sebaiknya berhati-hati sebelum mengambil posisi di saham INTP. (ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading