Pidato Presiden Xi Jinping Buka Peluang Ekspor RI ke China

Market - Alfado Agustio, CNBC Indonesia
10 April 2018 14:06
Pidato Presiden Xi Jinping Buka Peluang Ekspor RI ke China
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar yuan terhadap rupiah bergerak menguat. Penguatan yuan terjadi setelah Presiden China Xi Jinping menyatakan komitmennya untuk meningkatkan impor. 

Pada Senin (9/4/2018) pukul 13:30 WIB, nilai tukar yuan terhadap rupiah berada di 2.181,72. Rupiah melemah 0,06%.  

Pidato Presiden Xi Jinping Buka Peluang Ekspor RI ke ChinaReuters
 


Sebelumnya, yuan sempat bergerak melemah terhadap mata uang dunia, termasuk rupiah. China adalah negara dengan rezim devisa terkontrol dan nilai tukar mata uang bisa disesuaikan menurut kepentingan nasional. Pelemahan yuan beberapa waktu terakhir merupakan upaya menjaga ekspor China tetap kompetitif di tengah pusaran perang dagang dengan AS.

Ketika pasar AS (yang merupakan tujuan ekspor utama China) sulit dimasuki, maka harus ada upaya lain untuk menjaga kinerja ekspor. Salah satunya melalui pelemahan kurs, sehingga harga barang tetap kompetitif di pasar dunia.
 

Namun, hari ini Presiden Xi dalam pidato di Boao Forum menegaskan komitmen Negeri Tirai Bambu untuk menjaga keterbukaan. Xi juga siap menaikkan impor demi normalisasi neraca perdagagan. 

"China tidak berniat mencari surplus. Kami punya niat tulus untuk menambah impor dan mencapai neraca perdagangan yang lebih seimbang. 

"Kami berharap negara-negara maju berhenti menerapkan pembatasan terhadap produk teknologi kami. Kami juga berharap ada relaksasi terhadap ekspor dan perdagangan dengan China," papar Xi. 

Selama 2017, ekspor China ke AS menembus angka US$ 256,75 miliar. Sebaliknya ekspor AS ke China hanya US$ 130 miliar. Defisit inilah yang menjadi awal mula perang dagang antar kedua negara terjadi. 

Pelemahan rupiah terhadap yuan dan komitmen China untuk lebih banyak melakukan impor dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkecil defisit perdagangan dengan Negeri Tirai Bambu. Sepanjang 2017, Indonesia mencatat defisit perdagangan US$ 6,35 miliar dengan China. 

Beberapa komoditas yang dapat menjadi andalan seperti kopi, minyak kelapa sawit, karet, dan rempah dapat menjadi opsi untuk memberikan nilai tambah bagi devisa negara. Di sisi lain perlu adanya insentif dari pemerintah dalam mendorong penguatan industri domestik untuk memproduksi barang-barang manufaktur. 

TIM RISET CNBC INDONESIA
(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading