Pemerintah Klaim Investor Asing di RI 'Setia'

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
06 April 2018 15:31
Pemerintah Klaim Investor Asing di RI 'Setia'
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengklaim, sebagian besar investor asing yang menanamkan dana di pasar keuangan domestik, baik itu melalui portofolio investment maupun surat utang negara bukanlah investor 'spekulan'.

Direktur Jenderal Pembiayaan, Pengelolaan dan Risiko Kementerian Keuangan Lucky Alfirman mengatakan karateristik investor yang berinvestasi di Indonesia merupakan investor yang berinvestasi dalam jangka panjang.

Pemerintah, menurutnya tidak terlalu khawatir apabila terjadi pembalikan arus modal (capital reversal), meskipun porsi kepemilikan non-residen terhadap total utang sudah mencapai Rp 865,9 triliun atau 39,73%.


"Sebagian besar mereka long term investor, bukan sifatnya spekulan. Bond holder kita kebanyakan juga bank sentral negara lain, sifatnya long term investor jangka panjang. Tidak asal masuk keluar market," kata Lucky dalam konferensi pers, Jumat (6/4/2018).

Berdasarkan data DJPPR, total kepemilikan asing terhadap surat utang negara per 4 April 2018 mencapai Rp 865,9 triliun atau 39,73%. Sementara itu, surat utang negara yang dimiliki bank sentral negara lain mencapai Rp 144 triliun atau 6,61% dari total utang.

Sementara sisanya, dimiliki oleh lembaga keuangan Rp 362,4 triliun, reksadana Rp 165 triliun, dana pensiun, Rp 47 triliun, korporasi Rp 22,15 triliun, asuransi Rp 10,20 triliun, yayasan Rp 1,78 triliun, sekuritas Rp 1,9 triliun, perorangan Rp 470 miliar, dan lainnya Rp 110,8 triliun.

"Karateristiknya sebetulnya setia, dan tujuan investasi jangka panjang. Bukan jangka pendek, garis miring spekulan," katanya.

Meski demikian, bendahara negara enggan terlena. Bendahara negara menyadari, besarnya kepemilikan non residen dari porsi utang tetap membahayakan apabila terjadi suatu capital reversal akibat sentimen dari perekonomian global.

"Kami sudah siapkan apabila itu [krisis] terjadi. Makanya ada UU PPKSK, bagaimana kita mencegah krisis di sektor keuangan. Pendekatannya bukan lagi resolusi, tapi intensif. Roh PPKSK adalah pencegahan," ungkapnya.

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading