Bisnis Properti Tumbuh, Laba APLN Naik 117% Jadi Rp 1,4 T

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
02 April 2018 10:55
Bisnis Properti Tumbuh, Laba APLN Naik 117% Jadi Rp 1,4 T
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membukukan kenaikan laba bersih di sepanjang 2017 sebesar 117,08% menjadi Rp 1,37 triliun dibandingkan dengan laba bersih perusahaan apada 2016 sebesar Rp 631,85 miliar.

Kenaikan laba bersih APLN didukung dengan penjualan dan pendapatan usaha yang meningkat 17,25% pada 2017 menjadi sebesar Rp 7,04 triliun dibandingkan 2016 sebesar Rp 6 triliun. Meningkatnya laba perusahaan juga didukung dengan peningkatan penjualan pemasaran (marketing sales) yang meningkat 15,8% dari sebelumnya pada 2016 sebesar Rp 2,72 triliun menjadi Rp 3,16 triliun pada 2017.

Sementara itu, beban pokok dan penjualan perusahaan mengalami peningkatan sebesar 21,40% pada 2017 menjadi Rp 3,62 triliun dibanidngkan dengan 2016 sebesar Rp 2,98 triliun.


Sedangkan liabilitas APLN mengalami peningkatan 9,86% pada 2017 menjadi Rp 17,29 triliun dibandingkan dengan liabilitas pada 2016 sebesar Rp 15,74 triliun. Ekuitas perusahaan pada 2017 juga meningkan sebesar 15,3% menjadi Rp 11,49 triliun dibandingkan dengan ekuitas pada 2016 sebesar Rp 9,97 triliun.

APLN membukukan kenaikan aset perusahaan pada 2017 sebanyak 11,97% menjadi sebesar Rp 28,79 triliun dibandingkan dengan aset APLN pada 2016 sebesar Rp 25,71 triliun.

APLN beroperasi dalam pengembangan , pengelolaan dan penyewaan properti yang meliputi apartemen, perhotelan, perkantoran, pusat perbelanjaan hingga pusat rekreasi. Saat ini, APLN memiliki 42 anak usaha, serta telah menyelesaikan lebih dari 50 proyek properti selama 10 tahun terakhir.

Proyek besar APLN diantaranya seperti Podomoro City, Senayan City, Central Park Mall, Central Park Residences, Kantor Central Park, Central Park Hotel, Taman Shopping Arcade, Royal Mediterania Garden dan Mediterania Garden Residences II yang merupakan bagian dari Podomoro City . APLN tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2010. (roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading