Gubernur BI : Peluang Bunga Acuan 7 Day RR Turun Tak Besar

Market - Gita Rossiana, CNBC Indonesia
28 March 2018 14:10
Menurut Gubernur BI, cukup sulit bagi BI untuk menurunkan bunga lagi di tengah ketidakpastian global.
Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo memandang tingkat suku bunga acuan BI atau BI-7 Day Repo Rata yang saat ini di posisi 4,25% sudah pas. Menurutnya cukup sulit bagi BI untuk menurunkan bunga lagi di tengah ketidakpastian global.

"Kita masih menahan 7-Day RR 4,25% sejalan dengan menajga stabilitas sistem keuangan dan sejalan dengan pemulihan ekonomi Indonesia. BI akan terus melihat perkembangan ekonomi domestik dan dunia ini," kata Agus dalam Konferensi Pers Peluncuran Buku Laporan Perekonomian Indonesia, di Gedung BI, Rabu (28/3/2018).

Agus menjelaskan, BI telah menurunkan bunga acuannya di 2017. Tepatnya pada 22 Agustus 2017 dari 4,75% ke 4,25%.


BI terus menahan level 4.25% sampai 22 Maret 2018. "Melihat peluang ke depan menurunkan tingkat bunga tidak besar, BI merspons dengan kebijakan makroprudensial. Bank bisa ekspansi kredit lebih baik dan menjalankan fungsi intermerdiasi dengan baik," kata Agus.


Salah satu yang menjadi kendala bunga acuan BI sulit turun adalah langkah The Fed. BI memproyeksikan kenaikan bunga acuan Bank Sentral AS (Fed Fund Rate/FFR) bisa terjadi sampai empat kali di 2018.

"Penyesuaian FFR sampai tiga kali. Maret, Juni, dan Desember. Namun kami melihat kemungkinan ada keempat." katanya.

Sementara pada 2019, Agus Marto memproyeksikan FFR masih akan naik 2 kali lagi. Menurutnya, gejolak nilai tukar akan dirasakan pada periode sebelum Bank Sentral AS menaikkan suku bunganya. Saat ini rupiah telah terdepresiasi di atas 1,25%.


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading