Analis: Perang Dagang AS-China Picu Koreksi IHSG

Market - Ratelia Nabila & Tito Bosnia, CNBC Indonesia
23 March 2018 10:59
Investor tak bisa menahan sentimen negatif dari perang dagang yang kali ini melibatkan dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, Amerika Serikat (AS) dan China.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus anjlok hingga 1,61% bahkan sempat mencapai di atas 2% pada perdagangan pagi ini. Investor tak bisa menahan sentimen negatif dari perang dagang yang kali ini melibatkan dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, Amerika Serikat (AS) dan China.

Kepala Riset Koneksi Kapital Sekuritas Alfred Nainggolan mengatakan, sentimen utama yang mempengaruhi kinerja bursa domestik, antara lain kebijakan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) yang menaikkan suku bunga 25 basis poin dan proyeksi ekonomi yang kurang jelas.

Alfred menjelaskan, kekhawatiran perang dagang global menjadi pendorong utama terpuruknya IHSG pagi ini. "Bursa regional dan global turun tajam dikarenakan eskalasi (perang dagang) Amerika Serikat dan China kemarin", kata Alfred saat dihubungi CNBC Indonesia, Jumat (23/3/2018).


Namun perang dagang yang dicetuskan oleh Amerika Serikat (AS) dan China lebih berkontribusi pada merahnya seluruh pasar global. Keputusan The Fed beberapa hari yang lalu dinilai sudah cukup diantisipasi oleh pelaku pasar.

unculnya sentimen global secara bersamaan yaitu The Fed dan trade war, membuat bursa global semakin terpuruk pada perdagangan hari ini. Alfred menambahkan, penguatan serta terjaganya Rupiah terhadap mata uang Dollar dinilai dapat membantu IHSG untuk bangkit dari keterpurkan.

Namun perang dagang yang dicetuskan oleh Amerika Serikat (AS) dan China lebih berkontribusi pada merahnya seluruh pasar global. Keputusan The Fed beberapa hari yang lalu dinilai sudah cukup diantisipasi oleh pelaku pasar.

Dari dalam negeri, kebijakan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate pada level 4,25%, tidak berpengaruh sama sekali terhadap jatuhnya IHSG. Pasar sudah mengantisipasi dengan adanya keputusan Bank Indonesia tersebut.

"Tidak terpengaruh suku bunga BI tetap sebesar 4,25%, karena hal tersebut sudah diantisipasi sebelumnya oleh Indonesia. Namun faktor global rupannya tidak mampu mengerem penurunan IHSG hari ini", ujar Alfred.


(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading