Internasional

The Fed Naikkan Suku Bunga, Beri Sinyal Pengetatan

Market - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
22 March 2018 07:19
The Fed Naikkan Suku Bunga, Beri Sinyal Pengetatan
Washington, CNBC Indonesia - Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, akhirnya menaikkan suku bunganya hari Rabu (21/3/2018) sebagaimana yang telah diperkirakan banyak pihak.

Dewan gubernur The Fed dalam rapat perdana yang dipimpin Jerome Powell menyetujui kenaikan suku bunga sebanyak 25 basis poin (bps) menjadi 1,5% hingga 1,75%. Kenaikan itu adalah yang keenam sejak Federal Open Market Committe (FOMC) mulai menaikkan suku bunga acuannya, Fed Fund Rate, dari sekitar 0% di bulan Desember 2015, dilansir dari CNBC International.

Suku bunga acuan itu erat kaitannya dengan suku bunga yang diterima konsumen dari lembaga keuangan, yang secara umum akan ikut naik segera setelah The Fed.


Bank sentral AS juga meningkatkan proyeksi ekonominya dan memberi sinyal kenaikan suku bunga akan lebih agresif. Pasar saat ini memperkirakan akan ada tiga kali kenaikan suku bunga tahun ini dan hal itu tetap menjadi proyeksi dasar. Namun, paling tidak satu kali lagi kenaikan akan terjadi dalam dua tahun ke depan.

"Proyeksi ekonomi telah menguat dalam beberapa bulan terakhir," kata dewan gubernur dalam pernyataan setelah rapat. Kalimat tersebut tidak muncul dalam rilis mereka sebelumnya. Gaya bahasa itu muncul walaupun dewan gubernur sebelumnya mengatakan dalam pernyataan yang sama bahwa "kegiatan ekonomi telah meningkat dalam tingkat yang moderat," yang terlihat seperti sebuah penurunan dari nada pernyataan mereka di Januari yang menyebutkan "tingkat yang kuat".

Laju pertumbuhan adalah hal yang sangat penting bagi The Fed dalam bagaimana menentukan kebijakan moneternya.

Menurut ringkasan proyeksi ekonomi yang dirilis FOMC tiap kuartal, tiga kenaikan suku bunga masih menjadi patokan. Namun, bila satu lagi anggota mengindikasikan perlunya suku bunga acuan yang lebih tinggi, perkiraan tersebut sepertinya akan bertambah menjadi empat kali kenaikan.

The Fed juga meningkatkan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS menjadi 2,7% tahun ini dari 2,5% yang diprediksikan pada bulan Desember lalu dan 2,4% di tahun depan dari 2,1% yang diperkirakan sebelumnya.

Proyeksi inflasi, yang menjadi fokus pasar beberapa waktu terakhir ini, sedikit berubah. Inflasi tahun 2018 diperkirakan tetap 1,9% untuk inflasi inti maupun inflasi secara umum. Tahun depan, proyeksi inflasi inti berubah naik menjadi 2,1% dari sebelumnya 2% sementara headline inflation tetap 2%.


Pasar di awal Februari sempat bereaksi keras terhadap kecemasan akan kenaikan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Indeks harga konsumen memang sempat melonjak di Januari namun kemudian kembali naik sesuai perkiraan di Februari.

Dot plot, yang merupakan indikasi ekspektasi suku bunga tiap anggota dewan gubernur, terlihat hawkish.

Ketika tiga kali kenaikan suku bunga tetap menjadi baseline tahun ini, dewan mendorong proyeksi jumlah kenaikan tahun 2019 dari 2,5 menjadi tiga kenaikan dan dari 1,5 menjadi dua kenaikan di 2020. Suku bunga di tahun 2020 sekarang diprediksikan berada di 3,4% dari sebelumnya 3,1%. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading