Meski Sudah Masuk UMA, Saham TAXI Terus Melaju

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
20 March 2018 09:19
Meski Sudah Masuk UMA, Saham TAXI Terus Melaju
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) terus menguat pada perdagangan pagi ini, dan hampir menyentuh level batas atas auto rejection. Pada saat pembukaan harga saham TAXI naik 34,47% dan saat ini tercatat naik 31,29% ke lever harga Rp 214 per saham.

Hingga saat ini belum ada penjelasan secara resmi terkait rencana aksi korporasi dari TAXI. Beberapa waktu lalu, sempat ada rumor Go-Jek perusahaan taksi online, ingin mengakuisisi TAXI.

Namun rumor tersebut dibantah oleh manajemen. Direktur Utama Express Transindo Utama Benny Setiawan mengatakan, tidak benar pemberitaan terkait akuisisi Go-Jek terhadap TAXI. "Tidak benar rencana akuisisi tersebut," kata Benny.


Direktur Rajawali Corpora, Satrio Tjio, yang merupakan induk usaha TAXI menyebutkan belum ada pembicaraan antara GoJek yang akan melakukan backdoor listing ke TAXI. "Belum ada pembicaraan terkait hal tersebut, penguatan tersebut diperkirakan karena faktor eksternal TAXI", ujar Satrio saat dihubungi CNBC Indonesia, Jumat (16/3/2018).

Menurut Satrio kenaikan harga saham TAXI dipicu kebijakan penghentian sementara pendaftaran pengemudi baru taksi online. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menginginkan kesamaan level playing of field antara taksi konvensional dengan taksi online.

"Faktor eksternal itu karena kebijakan pemerintah yang menginginkan kesamaan level playing of field antara taksi online dan taksi konvensional", kata Satrio.

Akhirnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) dalam kategori saham dengan peningkatan harga dan aktivitas di luar kebiasaan (Unsual Market Activity/UMA).

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, pihak bursa mengharapkan kepada para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi. Investor juga diminta untuk mencermati kinerja perusahaan beserta keterbukaan informasinya.

Bursa mengharapkan pelaku pasar juga memperhatikan rencana corporate action perusahaan, terlebih yang belum disebutkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Serta mempertimbangkan kembali kemungkinan dalam berinvestasi dalam saham tersebut. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading