Internasional

IPO Spotify Ungkap Rumitnya Lisensi Hak Musik

Market - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
01 March 2018 11:52
Spotify memiliki dua kelas lisensi untuk musik yang didistribusikannya dan pengaturannya cukup rumit.
Jakarta, CNBC Indonesia - Spotify ingin menjual sahamnya ke investor dan menjadi perusahaan terbuka (go public). Namun sebelumnya, perusahaan ini harus meyakinkan para investor bahwa bisnis lisensi musik yang rumit ini pantas dibeli.

Perusahaan, yang mengajukan rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/ IPO) pada hari Rabu (28/2/2018), mengatakan pihaknya sudah membayar royalti sejumlah lebih dari US$9,7 miliar (Rp 133,8 triliun) untuk artis, label, dan distributor musik sejak diluncurkan tahun 2006.


Perusahaan ini memiliki 71 juta pelanggan berbayar dan 159 juta pendengar aktif bulanan di bulan Desember, sehingga layanan streaming musiknya menjadi yang terbesar di dunia saat ini.


Secara umum, Spotify memiliki dua kelas lisensi untuk musik yang didistribusikannya, antara lain perjanjian Sound Recording License yang mencakup hak untuk rekaman tertentu dan perjanjian Musical Composition License yang mencakup pemilik hak lagu.

Misalkan, lagu berjudul "I Will Always Love You" yang merupakan soundtrack film "The Bodyguard" keluaran tahun 1992. Versi lagu tersebut ditampilkan oleh Whitney Houston dan rekamannya dimiliki divisi Arista Records dari Sony Music Entertainment. Namun, lagu tersebut ditulis oleh Dolly Parton yang memiliki komposisinya, termasuk lirik dan melodi.

Spotify harus membayar Sony untuk lisensi rekaman, yang kemudian akan memberikan persentase tertentu kepada Houston. Spotify juga harus membayar ke penerbit musik dan penulis lagu, untuk kasus ini adalah Parton.

Jika contoh di atas terdengar membingungkan, kenyataannya memang seperti itu.

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai lisensi dalam industri musik sebagaimana dilansir dari CNBC International.

Lisensi Rekaman
Untuk hak rekaman yang sesungguhnya, Spotify memiliki kesepakatan dengan tiga label besar, yaitu Universal Music Group, Sony Music Entertainment Group, dan Warner Music Group. Sony Music juga sekaligus memiliki lebih dari 5% saham di perusahaan.

Spotify juga memiliki perjanjian dengan Jaringan Lisensi Hak Musik dan Hiburan Independen (Music and Entertainment Rights Licensing Independent Network/ Merlin) untuk rekaman digital dari label independen.

Meskipun begitu, belakangan ini Spotify bermasalah dengan perusahaan penerbit musik, termasuk gugatan senilai $1,6 miliar dari Wixen Music Publishing yang mengklaim layanan streaming ini menggunakan ribuan lagunya dengan ilegal.

Lagu-lagu Wixen termasuk "Free Fallin" dari Tom Petty, "Light My Fire" dari the Doors, dan beberapa lagu pilihan milik Stevie Nicks.

Lisensi Komposisi Musik
Di dalam kategori ini terdapat dua tipe lisensi yang harus dijamin Spotify, yaitu hak pertunjukan dan royalti mekanis.

Hak pertunjukan secara umum dibayarkan kepada distributor musik dan dikelola melalui dua perusahaan utama di Amerika Serikat (AS), yaitu BMI dan ASCAP. Lisensi pertunjukan umum (public performance license) dibutuhkan ketika sebuah lagu ditampilkan ke publik, termasuk lewat layanan streaming, radio maupun televisi.

Sementara itu, royalti mekanis adalah umumnya dibayarkan kepada penulis lagu ketika lagunya diproduksi ulang, entah secara fisik lewat CD atau streaming. Istilah ini adalah peninggalan sejak musik diproduksi secara fisik dalam bentuk CD atau LP/ long play atau vinyl.

Hak mekanis untuk layanan streaming diatur di AS oleh agen pemerintah yang dikenal dengan sebutan Copyright Royalty Board. Organisasi tersebut mengeluarkan aturan bulan Januari untuk menerapkan tarif sebesar 43,8% selama lima tahun mendatang.

Tarif tersebut berdasarkan persentase pendapatan perusahaan streaming atau total biaya konten yang disepakati setelah pembayaran dari semua pihak.

Ada juga tipe lain dari lisensi dan sub-lisensi, dan perusahaan bertanggungjawab untuk mengumpulkan dan mendistribusikannya secara berbeda di antara negara-negara dan kawasan di dunia.
Artikel Selanjutnya

Saham Spotify Anjlok Pasca Umumkan Laporan Keuangan


(prm)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading