Ekspor Minyak AS ke Cina Akan Ubah Permainan Minyak Global

Market - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
10 February 2018 20:04
Jakarta, CNBC Indonesia - Sedikit demi sedikit, industri minyak bumi Amerika Serikat (AS) mengubah pasar minyak dari luar dan dalam. Penurunan tajam impor minyak mentah AS mengikis pasar terbesar yang jadi andalan negara-negara produsen minyak seperti Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) selama bertahun-tahun. Sekarang, peningkatan ekspor AS, sebagian besar dilarang oleh Washington sampai dua tahun lalu, menantang dominasi kawasan OPEC yang terakhir: Asia.

Pengiriman minyak AS ke China telah meningkat, menciptakan perdagangan di antara dua negara adidaya di dunia yang sebelumnya tidak ada perdagangan sampai tahun 2016. Hal ini juga membantu usaha Washington mengurangi defisit perdagangan yang cukup besar dengan China.

Perubahan dicerminkan dalam statistik yang dirilis baru-baru ini yang menunjukkan sekarang AS memproduksi lebih banyak minyak daripada pengekspor nomor satu Arab Saudi. Artinya, Amerika cenderung akan menggeser posisi Rusia sebagai produsen nomor satu di akhir tahun ini.


Pertumbuhan tersebut bahkan mengejutkan pejabat Badan Informasi Energi AS, yang pekan ini meningkatkan proyeksi produksi minyak mentah 2018 menjadi 10,59 juta barel/hari. Meningkat 300.000 barel per hari dari proyeksi sebelumnya pekan lalu.


Ketika AS ekspor minyak di tahun 2016, kargo pertama dikirim ke mitra perdagangan bebasnya yaitu Korea Selatan dan Jepang. Beberapa pihak memprediksi China akan menjadi pembeli utama.

Data dari Thomson Reuters Eikon menunjukkan pengiriman minyak mentah AS ke China meningkat dari nol sebelum tahun 2016 sampai mencetak rekor 400.000 barel/hari di bulan Januari dengan nilai hampir US$1 miliar. Sebagai tambahan, setengah juta ton gas alam cair (LNG) AS senilai hampir US$300 juta, dikirimkan ke China dari AS di bulan Januari.
Surplus Perdagangan Menyempit
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading