Princess UEA Ditemukan Overdosis di Jalanan, Begini Kondisinya

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
20 October 2026 14:30
Dengan Balita di Sisinya, Anggota Keluarga Kerajaan UEA Pingsan di Jalanan London Setelah Mengonsumsi Kokain Secara Berlebihan. (X/)
Foto: Dengan Balita di Sisinya, Anggota Keluarga Kerajaan UEA Pingsan di Jalanan London Setelah Mengonsumsi Kokain Secara Berlebihan. (X/)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), ditemukan tak sadarkan diri di sebuah jalan di London bagian barat. Ironisnya, seorang anak berusia tiga tahun berada di dekatnya tanpa pengawasan, bahkan bermain tanpa alas kaki di tengah lalu lintas yang ramai.

Melansir NDTV, perempuan bernama Mahrah Al Nahyan, 32 tahun, itu ditemukan warga pada 13 Juni dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah mengonsumsi kokain secara berlebihan. Seorang pria juga ditemukan pingsan tidak jauh dari lokasi kejadian.

Sementara kedua orang dewasa tersebut tergeletak tak berdaya, sang balita terlihat berada di dekat jalan dengan membawa skuter. Warga yang melintas segera turun tangan untuk menjaga anak tersebut hingga polisi tiba di lokasi.

Dengan Balita di Sisinya, Anggota Keluarga Kerajaan UEA Pingsan di Jalanan London Setelah Mengonsumsi Kokain Secara Berlebihan. (X/)Dengan Balita di Sisinya, Anggota Keluarga Kerajaan UEA Pingsan di Jalanan London Setelah Mengonsumsi Kokain Secara Berlebihan. (X/) 

Al Nahyan dilaporkan tidak sadarkan diri selama sekitar setengah jam setelah mengonsumsi narkoba golongan A. Ketika akhirnya tersadar, ia justru melontarkan pernyataan yang mengejutkan.

"Ini bukan rumah jagal; kenapa kalian begitu peduli? Kenapa kalian begitu khawatir?," katanya.

Saat melakukan penggeledahan, pihak berwenang menemukan sejumlah peralatan yang berkaitan dengan narkoba pada diri Al Nahyan. Namun, polisi tidak menemukan narkoba ilegal secara langsung.

Setelah kejadian tersebut, Al Nahyan menjalani rehabilitasi kecanduan di Klinik Priory cabang Woking, Surrey.

Akui Penelantaran Anak di Pengadilan

Perkara ini kemudian berlanjut ke ranah hukum. Pada Selasa, Al Nahyan, yang memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan melalui pernikahan, mengakui dakwaan penelantaran anak di Pengadilan Southwark Crown. Ia diketahui menerima tunjangan bulanan sebesar 8.000 poundsterling atau sekitar Rp190 juta.

Jaksa penuntut, Rio Pahlavanpour, menjelaskan bahwa warga yang melintas menyadari anak tersebut berada tanpa pengawasan di jalan.

"Orang-orang yang melintas menyadari anak tersebut tidak diawasi, berada di jalan tanpa alas kaki dengan membawa skuter, dan warga pun turun tangan karena anak itu tampak berada sangat dekat dengan lalu lintas kendaraan yang sedang melaju," ujar Pahlavanpour.

Di sisi lain, pengacara pembela Al Nahyan, Stephen Vullo KC, menyatakan bahwa kliennya mengakui telah melakukan kesalahan fatal pada hari kejadian.

Vullo juga memberikan klarifikasi bahwa Al Nahyan tidak mengonsumsi narkoba tepat pada hari dirinya ditemukan. Menurutnya, perempuan tersebut berada dalam kondisi kelelahan setelah menggunakan narkoba selama beberapa hari sebelumnya.

Ia menambahkan bahwa kliennya kini menunjukkan penyesalan mendalam atas perbuatannya dan memiliki tekad untuk mengatasi kecanduannya.

"Penyesalan yang mendalam serta tekad untuk mengatasi kecanduannya," kata Vullo.

Jalani Rehabilitasi dan Dijatuhi Hukuman

Menurut pihak pembela, Al Nahyan berencana menyelesaikan seluruh tahapan program rehabilitasi selama tiga bulan dalam waktu dekat. Program tersebut dijadwalkan berakhir pada penghujung bulan ini.

Setelah menyelesaikan rehabilitasi, ia berencana menyewa tempat tinggal di kawasan Guildford dan melanjutkan perawatan sebagai pasien rawat jalan.

Hakim kemudian menjatuhkan kewajiban kepada Al Nahyan untuk mengikuti program rehabilitasi berbasis masyarakat selama dua tahun. Selain itu, ia juga diperintahkan membayar denda sebesar 6.114 poundsterling.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan seorang anggota keluarga kerajaan yang harus berhadapan dengan proses hukum setelah seorang balita ditemukan tanpa pengawasan dalam situasi yang membahayakan keselamatannya.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Terpisah dari Keluarga, Anak Raja Thailand Minta Bantuan Buat Operasi


Most Popular
Features