Princess UEA Overdosis Narkoba di Jalanan, Anak Ditelantarkan

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
21 October 2026 09:55
Dengan Balita di Sisinya, Anggota Keluarga Kerajaan UEA Pingsan di Jalanan London Setelah Mengonsumsi Kokain Secara Berlebihan. (X/)
Foto: Dengan Balita di Sisinya, Anggota Keluarga Kerajaan UEA Pingsan di Jalanan London Setelah Mengonsumsi Kokain Secara Berlebihan. (X/)

Jakarta,CNBC Indonesia - Seorang anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi ditemukan pingsan di jalanan London setelah dilaporkan mengonsumsi kokain secara berlebihan.

Mahrah Al Nahyan, 32 tahun, ditemukan tidak sadarkan diri oleh sejumlah pejalan kaki yang lewat pada 13 Juni lalu. Dia tergeletak tak sadarkan diri, dan di sampingnya ada seorang pria yang juga tidak sadarkan diri. Ironisnya, seorang anak berusia tiga tahun berada di dekat mereka tanpa pengawasan, bahkan bermain tanpa alas kaki di tengah lalu lintas yang ramai.

Menurut laporan media Inggris The Telegraph, Al Nahyan - yang merupakan bagian dari keluarga kerajaan Abu Dhabi melalui pernikahan - tidak mengonsumsi narkoba pada hari ia ditemukan, tetapi dia menggunakan kokain beberapa hari sebelumnya.

Al Nahyan dilaporkan tidak sadarkan diri selama sekitar setengah jam setelah polisi datang untuk mengecek keadaannya. Ketika akhirnya tersadar, ia justru melontarkan pernyataan yang mengejutkan.

"Ini bukan rumah jagal hewan; kenapa kalian begitu peduli? Kenapa kalian begitu khawatir?," katanya.

Saat melakukan penggeledahan, pihak berwenang menemukan sejumlah peralatan yang berkaitan dengan narkoba pada diri Al Nahyan. 

Setelah kejadian tersebut, dia menjalani rehabilitasi kecanduan di Klinik Priory cabang Woking, Surrey.


Akui Penelantaran Anak di Pengadilan

Perkara ini kemudian berlanjut ke ranah hukum. Pada Selasa, Al Nahyan, mengakui dakwaan penelantaran anak di Pengadilan Southwark Crown. Jaksa penuntut, Rio Pahlavanpour, menjelaskan bahwa warga yang melintas menyadari anak tersebut berada tanpa pengawasan di jalan.

"Orang-orang yang melintas menyadari anak tersebut tidak diawasi, berada di jalan tanpa alas kaki dengan membawa skuter, dan warga pun turun tangan karena anak itu tampak berada sangat dekat dengan lalu lintas kendaraan yang sedang melaju," ujar Pahlavanpour.

Di sisi lain, pengacara pembela Al Nahyan, Stephen Vullo KC, menyatakan bahwa kliennya mengakui telah melakukan kesalahan fatal pada hari kejadian.

Vullo juga memberikan klarifikasi bahwa Al Nahyan tidak mengonsumsi narkoba tepat pada hari dirinya ditemukan pingsan. Menurutnya, perempuan tersebut berada dalam kondisi kelelahan setelah menggunakan narkoba selama beberapa hari sebelumnya.

Ia menambahkan bahwa kliennya kini menunjukkan penyesalan mendalam atas perbuatannya dan memiliki tekad untuk mengatasi kecanduannya.

"Penyesalan yang mendalam serta tekad untuk mengatasi kecanduannya," kata Vullo.

Jalani Rehabilitasi dan Dijatuhi Hukuman

Hakim menjatuhkan hukuman berupa perintah pelayanan masyarakat selama dua tahun kepada Al Nahyan dan ia diwajibkan menjalani rehabilitasi. Dia juga dikenai denda dengan nilai total £6.114 (atau sekitar Rp147 juta).

Keluarga kerajaan Abu Dhabi diperkirakan memiliki kekayaan sebesar US$300 miliar, menjadikan mereka salah satu dinasti terkaya di dunia.

Al Nahyan dilaporkan menerima tunjangan sebesar £8.000 (sekitar Rp192 juta) setiap bulan.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Princess UEA Ditemukan Overdosis di Jalanan, Begini Kondisinya


Most Popular
Features