Pesawat Ditolak Mendarat di Israel, Diduga karena Pilotnya WNI

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Selasa, 13/10/2026 11:50 WIB
Foto: Ethiopian Airlines. (Dok. ethiopian airlines)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah pesawat kargo milik Ethiopian Airlines terpaksa berbalik arah di tengah penerbangan setelah Israel menolak kedatangannya karena ada awak berkewarganegaraan Indonesia di dalam pesawat.

Mengutip laporan The Times of Israel, pesawat tersebut berangkat dari Addis Ababa, Ethiopia, dan mengalami perubahan rute saat terbang menuju Israel pada Minggu malam hingga Senin dini hari, 11-12 Oktober 2026.

Penolakan tersebut berkaitan dengan kebijakan keamanan penerbangan Israel yang membatasi keterlibatan awak berkewarganegaraan negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Indonesia termasuk dalam kategori tersebut karena tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.


Laporan media Israel menyebutkan, daftar nama awak pesawat baru disampaikan kepada otoritas Israel setelah pesawat lepas landas dari Addis Ababa. Akibatnya, keberadaan awak asal Indonesia baru diketahui ketika penerbangan telah berlangsung.

Menurut laporan Ynet yang dikutip The Times of Israel, pesawat itu kemudian kembali ke Addis Ababa. Dalam perjalanan pulang, pesawat dilaporkan membuang bahan bakar ke laut sebelum kembali ke bandara asal. Pilotnya kemudian diganti dengan pilot lain yang memenuhi persyaratan untuk mendarat di Israel.

Aturan Keamanan Diperketat

Insiden ini terjadi kurang dari dua pekan setelah peristiwa serius dalam penerbangan Flydubai dari Dubai menuju Tel Aviv. Dalam kejadian tersebut, seorang pilot berkewarganegaraan Oman dilaporkan menyerang kopilotnya dengan pisau dalam upaya menjatuhkan pesawat ke Bandara Ben Gurion. Upaya itu berhasil digagalkan berkat campur tangan sejumlah penumpang.

Peristiwa tersebut memicu perhatian terhadap prosedur pemeriksaan keamanan awak maskapai asing yang terbang menuju Israel. Media setempat juga melaporkan bahwa sejumlah awak pesawat dari negara-negara yang dianggap sebagai musuh Israel sebelumnya dapat memasuki negara itu tanpa pemeriksaan yang dinilai memadai.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Transportasi Israel dilaporkan memperketat aturan bagi maskapai asing. Kebijakan tersebut melarang warga negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk menjadi pilot, anggota awak, maupun penumpang dalam penerbangan menuju negara itu.

Menurut laporan Channel 12, surat pemberitahuan yang dikirimkan kepada operator penerbangan sehari setelah insiden Flydubai juga menegaskan tanggung jawab maskapai untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan tersebut.

Pemerintah Israel disebut akan melakukan evaluasi berkala dan pemeriksaan langsung terhadap operator penerbangan guna memastikan prosedur keamanan diterapkan.

Meski demikian, insiden pesawat Ethiopian Airlines ini kembali menyoroti persoalan koordinasi dan pemeriksaan data awak sebelum pesawat lepas landas. Informasi mengenai daftar awak yang baru diterima setelah keberangkatan menunjukkan adanya celah dalam proses verifikasi yang berpotensi mengganggu operasional penerbangan internasional.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Bangun Ekosistem Plasma RI: Dari Investasi hingga Dampak bagi Pasien