Ed Sheeran Ditinggal 500 Ribu Followers usai Insiden Free Palestine
Jakarta, CNBC Indonesia - Ed Sheeran ditinggal hampir 500.000 pengikutnya di Instagram hanya dalam waktu sepekan terakhir, berdasarkan data dari Social Blade. Penurunan jumlah followers ini terjadi di tengah kontroversi didepaknya rapper Macklemore dari jadi jadwal tur Sheeran usai menyuarakan dukungannya untuk Palestina.
Kontroversi ini bermula pada 15 September, saat Sheeran angkat bicara mengenai dikeluarkannya Macklemore. Data Social Blade menunjukkan bahwa akun Sheeran kehilangan hampir 150.000 followers pada hari itu, disusul oleh penurunan signifikan pada hari berikutnya. Tren penurunan jumlah followers ini berlanjut hingga akhir pekan, saat Sheeran kembali tampil di panggung di Philadelphia dan membahas kontroversi tersebut. Per tanggal 23 September, jumlah pengikutnya tercatat sekitar 47,2 juta.
Berawal dari Macklemore dan Seruan "Free Palestine"
Krisis tersebut bermula setelah rapper Macklemore menyampaikan dukungan terhadap Palestina saat tampil sebagai penampil pembuka Loop Tour di MetLife Stadium pada 4 September. Macklemore menyerukan "Free Palestine" dan membawakan Hind's Hall, lagu protes yang dirilisnya pada 2024 dan berkaitan dengan konflik Israel-Palestina. Setelah itu, muncul tekanan agar ia dikeluarkan dari sisa tur Ed Sheeran.
Promotor tur, Messina Touring Group, mengatakan keputusan tersebut berkaitan dengan sejumlah venue yang tidak bersedia menggelar pertunjukan jika Macklemore tetap menjadi bagian dari jajaran penampil.
Sheeran sendiri sebelumnya menegaskan bahwa keputusan mengeluarkan Macklemore bukan keputusan pribadinya. Ia mengatakan keputusan tersebut dibuat oleh promotor dan pihak pengelola stadion, sementara dirinya berusaha menengahi situasi yang berkembang.
Penampil Lain Ikut Mundur
Setelah Macklemore dikeluarkan, sejumlah penampil pendukung lainnya mengambil keputusan untuk mundur dari tur sebagai bentuk solidaritas.
Finneas, Lukas Graham, dan Aaron Rowe mengumumkan bahwa mereka tidak akan melanjutkan peran sebagai penampil pembuka. Beoga, band yang menjadi bagian dari pertunjukan Sheeran, juga meninggalkan tur.
Situasi tersebut membuat Sheeran harus melanjutkan konser tanpa jajaran penampil pembuka seperti yang sebelumnya direncanakan.
Di tengah tekanan tersebut, Sheeran akhirnya tampil di Philadelphia dan berbicara langsung kepada penonton mengenai situasi yang terjadi. Ia juga mengakui adanya kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemarnya.
Konser itu sekaligus menjadi momen pertama Sheeran kembali tampil setelah keluarnya Macklemore dan sejumlah musisi lain dari tur. Di hadapan puluhan ribu penggemar, ia memilih melanjutkan pertunjukan meski kontroversi mengenai kebebasan berekspresi, konflik Israel-Palestina, serta keputusan venue dan promotor masih menjadi sorotan.
(hsy/hsy)