Macklemore Umumkan Tur "Free Palestine" usai Kontroversi Ed Sheeran

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
25 September 2026 12:25
Rapper Macklemore tampil dalam upacara pembukaan Invictus Games di Dsseldorf, Jerman, 9 September 2023. (REUTERS/Thilo Schmuelgen)
Foto: Rapper Macklemore tampil dalam upacara pembukaan Invictus Games di Düsseldorf, Jerman, 9 September 2023. (REUTERS/Thilo Schmuelgen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rapper asal Amerika Serikat, Macklemore, mengumumkan rangkaian konser bertajuk "Free Palestine." Konser itu akan mempertemukannya dengan sejumlah musisi lain untuk menggalang dana bagi organisasi yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Palestina.

Pengumuman tersebut datang setelah Macklemore dicoret dari rangkaian tur stadion Ed Sheeran di Amerika Serikat akibat pernyataan dukungannya terhadap Palestina ketika tampil di atas panggung.

Macklemore, yang memiliki nama asli Benjamin Haggerty, sebelumnya menyerukan "Free Palestine" dan mengatakan ingin warga Gaza serta masyarakat di "wilayah pendudukan Tepi Barat" mengetahui bahwa mereka tidak dilupakan. Pernyataan itu kemudian memicu reaksi dari sejumlah pihak. Menurut laporan The Guardian, pengelola sejumlah venue menyatakan tidak akan mengizinkan konser yang menampilkan Macklemore digelar di lokasi mereka.

Ed Sheeran kemudian menegaskan bahwa keputusan mengeluarkan Macklemore dari tur bukan berasal darinya. Dalam pernyataan tertulis, Sheeran mengatakan dirinya tidak terlibat dalam keputusan tersebut.

Setelah Macklemore dikeluarkan, sejumlah penampil pendukung Sheeran juga memutuskan mundur dari tur. Mereka termasuk penulis lagu asal Irlandia Aaron Rowe, Finneas yang merupakan kakak Billie Eilish, band Denmark Lukas Graham, serta grup musik tradisional Irlandia Beoga.

Macklemore: Seniman Tak Boleh Diam

Dalam unggahan di media sosial saat mengumumkan tur barunya, Macklemore mengaitkan keputusan tersebut dengan perubahan sikap publik terhadap isu Palestina dan peran seniman dalam menyuarakan persoalan kemanusiaan.

Ia menilai terdapat kesadaran yang semakin besar mengenai perjuangan rakyat Palestina serta perdebatan mengenai kekuatan kelompok kaya dalam menentukan suara yang dapat muncul di ruang publik.

Macklemore juga mengatakan bahwa pada 2026, bersikap apolitis di tengah konflik dan krisis kemanusiaan bukan lagi pilihan bagi sebagian seniman. Menurutnya, para musisi dituntut untuk menggunakan panggung mereka bukan hanya sebagai tempat hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk menyuarakan isu yang dianggap penting.

Ia menambahkan bahwa persoalan yang dialaminya bukan sekadar mengenai satu musisi atau satu panggung. Menurut Macklemore, ketika pihak-pihak dengan kekuatan ekonomi dapat memengaruhi suara yang diperbolehkan tampil di atas panggung, persoalan tersebut menjadi sesuatu yang lebih luas dan patut mendapat perhatian.

Setelah dikeluarkan dari tur Sheeran, Macklemore mengatakan jadwalnya menjadi lebih longgar. Ia kemudian mengaku menghubungi sejumlah seniman yang sebelumnya menggunakan panggung mereka untuk menunjukkan solidaritas kepada rakyat Palestina.

Ia mengatakan para seniman tersebut memahami bahwa sebuah platform tidak memiliki banyak arti jika hanya digunakan ketika menyuarakan sesuatu dianggap aman.

Tur Dimulai di Dublin

Tur "Free Palestine" akan dimulai di Dublin, Irlandia, pada 26 Oktober 2026. Setelah itu, Macklemore dijadwalkan tampil di Paris pada 29 Oktober dan London pada 30 Oktober. Penyelenggara menyebut tanggal tambahan, termasuk pertunjukan di Amerika Utara, akan diumumkan kemudian.

Konser Dublin akan berlangsung di 3Arena. Tiket untuk pertunjukan tersebut dijadwalkan mulai dijual secara umum pada 30 September, sementara presale artis dibuka lebih dahulu pada 28 September.

Hingga pengumuman awal tur, daftar lengkap musisi yang akan tampil bersama Macklemore belum diumumkan.

Macklemore mengatakan proses penyusunan jadwal dan pembicaraan dengan para musisi masih berlangsung karena tur tersebut terbentuk dalam waktu relatif singkat. Namun, ia menilai momentum yang terbentuk setelah kontroversi tersebut menjadi alasan untuk tetap melanjutkan rencana konser.

Dana Konser Disalurkan untuk Organisasi Pendukung Palestina

Seluruh hasil dari konser "Free Palestine" akan diberikan kepada sejumlah organisasi yang bergerak dalam bantuan kemanusiaan, layanan medis, pendidikan, dukungan komunitas, advokasi, serta kegiatan lain yang berkaitan dengan masyarakat Palestina.

Organisasi yang tercantum sebagai penerima manfaat antara lain Anera, Glia, Gaza Soup Kitchen, Taawon, HEAL Palestine, Palestinian Youth Movement, Middle East Children's Alliance, Jewish Voice for Peace, Medical Aid for Palestinians, Institute for Middle East Understanding, Palestine Children's Relief Fund, dan UNRWA USA.

Sebelumnya, Macklemore juga menyatakan akan menyumbangkan sekitar US$1 juta dari pendapatan bersih yang diperolehnya melalui tur Sheeran untuk organisasi yang mendukung masyarakat Palestina.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ed Sheeran Ditinggal 500 Ribu Followers usai Insiden Free Palestine


Most Popular
Features