Dilema Fans Ed Sheeran Gara-Gara Kontroversi Pencoretan Macklemore

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
18 September 2026 18:40
Ed Sheeran tampil dalam konser iHeartRadio Jingle Ball di Madison Square Garden, New York City, AS. (REUTERS/Kylie Cooper)
Foto: Ed Sheeran tampil dalam konser iHeartRadio Jingle Ball di Madison Square Garden, New York City, AS. (REUTERS/Kylie Cooper)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontroversi pencoretan rapper Macklemore sebagai penampil pembuka dalam tur Ed Sheeran terus bergulir. Sejumlah penggemar di Amerika Serikat (AS) kini berada dalam dilema, antara tetap menonton konser atau ikut memboikot pertunjukan.



Macklemore dicoret dari Loop Tour Ed Sheeran setelah menyuarakan dukungan terhadap Palestina di atas panggung. Keputusan tersebut kemudian memicu efek domino. Seluruh musisi yang dijadwalkan menjadi penampil pembuka Sheeran dilaporkan mengundurkan diri sebagai bentuk solidaritas.

Melansir BBC International, Jumat (18/9/2026), kontroversi tersebut juga mulai berdampak pada tur. Harga tiket untuk sejumlah pertunjukan tersisa di AS, Meksiko, dan Amerika Selatan dilaporkan turun di tengah meluasnya seruan boikot.

Sheeran sebelumnya telah buka suara mengenai polemik tersebut. Pelantun Shape of You itu bilang dirinya merasa prihatin terhadap konflik Israel-Palestina, tetapi enggan membawa perdebatan politik ke dalam konsernya.

Menurut Sheeran, orang-orang yang datang ke pertunjukannya tidak mengharapkan sebuah forum politik. Ia juga menegaskan bukan dirinya yang bertanggung jawab atas pencoretan Macklemore dari tur.

Namun, respons tersebut belum meredakan polemik. Sebagian penggemar menilai pertunjukan yang mereka beli tiketnya kini berbeda dari yang sebelumnya dijanjikan karena para penampil pembuka tidak lagi tampil. Mereka pun meminta pengembalian dana atau refund.

Fans Terbelah
Damien Given, penggemar asal Irlandia Utara yang memiliki tiket konser Sheeran di Philadelphia pada Sabtu, mengaku masih mempertimbangkan apakah akan datang. Ia menilai Macklemore diperlakukan secara tidak adil dan mempertanyakan sikap Sheeran yang kini memilih tidak terlibat dalam perdebatan politik.

"[Sheeran] mengatakan dia mendukung Ukraina ketika perang Ukraina-Rusia dimulai," kata Given kepada BBC.

"Anda tidak bisa tiba-tiba mengatakan sekarang, 'Saya tidak berpolitik'," lanjutnya.

Meski demikian, Given memiliki hubungan emosional yang kuat dengan musik Sheeran. Lagu Thinking Out Loud menjadi lagu dansa pertama dalam pernikahannya.

Istrinya, Kellie, saat itu telah didiagnosis mengidap amyotrophic lateral sclerosis (ALS) dan hampir tidak dapat berjalan. Kellie meninggal empat tahun kemudian pada 2024.

Karena kenangan tersebut, Given mengatakan dirinya kini cenderung tetap menghadiri konser. Penggemar lainnya, Patti Ann, justru menilai Sheeran berada dalam situasi yang serba sulit. Ia tetap berencana menghadiri konser di Atlanta, Georgia, pada Oktober mendatang.

Menurut Ann, Sheeran kemungkinan memiliki kewajiban kontraktual dengan lokasi konser sehingga tidak mudah menghentikan pertunjukan. Ia juga berpendapat konser bukan tempat untuk membawa persoalan politik.

Sempat Minta Refund
Reaksi berbeda datang dari Matt Jaye, seorang warga Yahudi-Amerika asal Florida. Ia mengaku marah setelah menyaksikan pernyataan Macklemore yang mendukung Palestina di sebuah panggung di New Jersey awal bulan ini.

Jaye kemudian menghubungi Ticketmaster untuk meminta pengembalian dana tiket konser Sheeran yang dijadwalkan berlangsung di Tampa, Florida, pada November. Namun, permintaan tersebut ditolak.

Sikapnya berubah setelah Macklemore akhirnya dikeluarkan dari jajaran penampil tur. Meski demikian, Jaye tetap mengkritik penanganan kontroversi tersebut. Menurutnya, jika Sheeran ingin mempertahankan posisi apolitis dalam konser, standar serupa seharusnya berlaku bagi artis yang dibawanya dalam tur.

Penggemar lainnya mulai mengkhawatirkan nasib pertunjukan yang tersisa. Heather Park, yang memiliki tiket konser akhir pekan ini, mengaku khawatir beberapa pertunjukan akhirnya dibatalkan.

Meski menilai pencoretan Macklemore tidak adil dan berkaitan dengan kebebasan berbicara, Park memilih memisahkan musik dari kontroversi yang melibatkan para artis tersebut.

"Saya masih menyukai musiknya," kata Park.

Polemik ini membuat konser Sheeran berikutnya di Philadelphia menjadi sorotan. Pertunjukan tersebut akan menjadi penampilan pertamanya sejak kontroversi pencoretan Macklemore dan mundurnya para penampil pembuka dari Loop Tour mencuat.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Miliuner Yahudi Buka Suara usai Desak Ed Sheeran 'Tendang' Macklemore


Most Popular
Features