Miliuner Yahudi Buka Suara usai Desak Ed Sheeran 'Tendang' Macklemore
Jakarta, CNBC Indonesia - Miliunder Amerika Serikat (AS) sekaligus pemilik New England Patriots, Robert Kraft, mengonfirmasi bahwa dirinya memang mendesak agar rapper Macklemore dicoret dari rangkaian konser Ed Sheeran di AS.
Melansir Aljazeera, Macklemore sebelumnya dijadwalkan menjadi salah satu penampil pembuka dalam "Loop" Tour Ed Sheeran, termasuk di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts, yang dimiliki oleh Kraft. Namun, rapper tersebut akhirnya dikeluarkan dari rangkaian tur setelah menyuarakan dukungannya terhadap Palestina dalam sejumlah penampilan.
Menurut Kraft, penampilan Macklemore di Gillette Stadium sudah "melampaui batas" karena ia menilai sang rapper memiliki rekam jejak "antisemitis".
Kraft juga menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin memberikan panggung untuk aksi yang ia anggap sebagai ujaran kebencian.
Macklemore sebelumnya mengklaim bahwa Kraft menghubungi Sheeran dan menyampaikan bahwa dirinya tidak akan diizinkan tampil di Gillette Stadium. Macklemore juga mengatakan Kraft kemudian menghubungi pemilik stadion lain dan mendorong mereka untuk tidak menjadi lokasi pertunjukan apabila dirinya tetap berada dalam daftar penampil.
Di tengah polemik tersebut, Ed Sheeran membantah bahwa keputusan untuk mengeluarkan Macklemore merupakan keputusannya sendiri. Sheeran mengatakan keputusan tersebut dibuat oleh promotor dan pengelola stadion.
Sheeran menyebut dia telah berusaha menjadi pihak yang menjembatani persoalan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa dirinya ingin pertunjukan tetap menjadi ruang yang menyatukan orang dan tidak menjadi arena perdebatan politik.
Robert Kraft merupakan miliarder Yahudi-Amerika yang dibesarkan di Massachusetts dalam keluarga Yahudi Ortodoks. Ia dikenal sebagai pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium.
Kraft juga selama bertahun-tahun aktif mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan komunitas Yahudi dan Israel, termasuk kampanye "Stand Up to Jewish Hate" yang didukungnya dengan dana puluhan juta dolar AS.
Dukungan Kraft terhadap Israel membuatnya menerima Genesis Prize senilai US$1 juta pada 2019. Penghargaan tersebut diberikan setiap tahun kepada tokoh yang dinilai memiliki pencapaian profesional serta memberikan kontribusi bagi kemanusiaan dan komunitas Yahudi.
Dalam berbagai kesempatan, Kraft juga pernah membawa sejumlah atlet ternama mengunjungi Israel, termasuk mantan quarterback New England Patriots, Tom Brady.
Kraft Respons Tantangan Donasi Macklemore
Perkembangan terbaru terjadi setelah Macklemore mengumumkan akan menyumbangkan seluruh pendapatan bersih dari penampilannya dalam Loop Tour kepada sejumlah organisasi yang membantu masyarakat Palestina.
Nilai donasi tersebut disebut mencapai US$1 juta. Macklemore kemudian menantang Kraft untuk memberikan jumlah yang sama sebagai bentuk dukungan terhadap bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.
Kraft kemudian memberikan tanggapan. Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa dirinya telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk "membangun jembatan antarsesama manusia" dan meyakini bahwa setiap nyawa berharga serta patut dilindungi.
Menurut Kraft, sebelum Macklemore menyampaikan tantangannya, Ed Sheeran telah menghubunginya dan meminta dirinya berkomitmen menyumbangkan US$2 juta untuk membantu menangani krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Kraft mengatakan dirinya kemudian menyetujui permintaan tersebut.
"Ed menghubungi saya dan meminta saya berkomitmen menyumbangkan US$ 2 juta-menyamai jumlah donasinya-guna membantu penanganan krisis kemanusiaan di wilayah tersebut," demikian inti pernyataan Kraft yang dirilis melalui akun Gillette Stadium.
Dengan demikian, Kraft dan Sheeran masing-masing disebut akan memberikan US$2 juta, atau total US$4 juta, untuk membantu penanganan krisis kemanusiaan. Namun, hingga laporan terbaru, penerima spesifik dari dana tersebut belum dijelaskan secara rinci.
Kraft juga menegaskan bahwa dukungannya terhadap masyarakat Palestina bukanlah hal baru.
Ia mengatakan bahwa selama puluhan tahun dirinya telah mendukung berbagai upaya yang bertujuan menciptakan peluang bagi warga Palestina serta mempertemukan kaum muda Palestina dan Israel untuk membangun bisnis, menciptakan lapangan kerja, dan menjalin hubungan.
"Saya ingin mereka yang menyuarakan dukungan bagi rakyat Palestina mengetahui bahwa selama berpuluh-puluh tahun, saya telah mendukung berbagai upaya yang menciptakan peluang bagi warga Palestina, serta mempertemukan kaum muda Palestina dan Israel untuk membangun bisnis, menciptakan lapangan kerja, dan menjalin hubungan," kata Kraft.
Polemik tersebut kini tidak hanya menyangkut pencoretan Macklemore dari tur. Sejumlah penampil lain, termasuk Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga, juga telah menarik diri dari rangkaian pertunjukan sebagai bentuk protes terhadap keputusan tersebut.
Kontroversi ini mempertemukan isu kebebasan berekspresi, dukungan terhadap Palestina, tuduhan antisemitisme, serta posisi pemilik venue dalam menentukan siapa yang dapat tampil di panggung mereka.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]