Studi Ungkap Kebiasaan Warga RI Pemicu Kanker Lambung
Jakarta, CNBC Indonesia - Kanker lambung merupakan salah satu jenis kanker yang masih menjadi perhatian dunia meski tidak sebanyak kanker payudara, paru-paru, atau kolorektal.
Melansir Eating Well, pola makan disebut berperan terhadap risiko kanker lambung. Konsumsi makanan yang diawetkan dengan garam, seperti ikan asin, serta daging yang dimasak hingga hangus atau terbakar telah dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi. Sebaliknya, konsumsi buah dan sayuran secara umum dikaitkan dengan pola makan yang lebih sehat.
Kini, peneliti menyoroti faktor lain yang selama ini belum banyak dikaji dalam kaitannya dengan kanker lambung, yakni konsumsi minuman berpemanis seperti es teh manis dan boba.
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Gastro Hep Advances menemukan adanya hubungan antara konsumsi minuman yang diberi pemanis gula dengan peningkatan risiko kanker lambung.
Risiko Lebih Tinggi pada Konsumsi Minuman Manis
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi setidaknya satu minuman berpemanis gula setiap hari memiliki risiko kanker lambung sekitar 2,45 kali lebih tinggi dibandingkan peserta yang sangat jarang mengonsumsi minuman tersebut. Kaitan tersebut terlihat pada laki-laki maupun perempuan. Pada perempuan, peningkatan risikonya diperkirakan sekitar tiga kali lipat, sedangkan pada laki-laki hampir dua kali lipat.
Peneliti juga mempertimbangkan berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi risiko kanker lambung, termasuk konsumsi daging merah dan daging olahan. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memastikan bahwa hubungan yang ditemukan tidak semata-mata dipengaruhi oleh faktor pola makan lainnya.
Fruktosa Turut Menjadi Sorotan
Peneliti juga melihat kandungan fruktosa dalam pola konsumsi peserta. Fruktosa merupakan salah satu jenis gula yang banyak ditemukan dalam minuman berpemanis.
Analisis menunjukkan adanya hubungan positif antara konsumsi fruktosa yang lebih tinggi dan risiko kanker lambung pada keseluruhan kelompok penelitian maupun pada perempuan.
Temuan ini menjadi salah satu bagian penting penelitian karena memberikan petunjuk mengenai kemungkinan mekanisme yang perlu diteliti lebih lanjut. Namun, temuan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa fruktosa secara langsung menyebabkan kanker lambung.
(hsy/hsy)