Roberto Carlos Buka Suara soal Kabar Mualaf usai Nikahi Wanita Maroko
Jakarta, CNBC Indonesia - Legenda sepak bola Brasil dan Real Madrid, Roberto Carlos, akhirnya buka suara mengenai kabar dirinya telah memeluk agama Islam. Rumor tersebut ramai beredar setelah Carlos menikahi perempuan asal Maroko, Souhaila Al-Tahiri.
Mantan bek kiri Real Madrid itu membantah kabar yang menyebut dirinya telah menjadi mualaf. Meski demikian, Carlos menegaskan bahwa dirinya memiliki rasa hormat yang sangat besar terhadap Islam.
"Saya sangat menghormati Islam, dan sangat indah melihat istri saya salat. Namun, rumor yang beredar mengenai saya masuk Islam tidak benar," kata Carlos kepada surat kabar Arab Saudi Okaz, dikutip dari Goal, Kamis (20/8/2026).
Sebelumnya, media Turki melaporkan, Carlos, yang kini berusia 53 tahun, telah memeluk Islam sekitar empat pekan lalu. Ia disebut mengucapkan dua kalimat syahadat dalam pertemuan dengan Sheikh Jihad Hamada, salah satu tokoh komunitas Muslim di Brasil.
Rumor tersebut semakin ramai setelah anggota parlemen Turki dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party), Ali Sahin, mengunggah cerita mengenai pertemuannya dengan sejumlah perwakilan komunitas Muslim di Brasil melalui platform X.
Sahin mengatakan dirinya bertemu Sheikh Jihad Hamada yang berbasis di Sao Paulo ketika mengunjungi Brazilian Charitable Union of Muslim Youth.
Menurut cerita yang disampaikan Sahin, Sheikh Jihad Hamada mengklaim telah lama berkomunikasi dengan Carlos. Mantan pemain tim nasional Brasil tersebut kemudian disebut mengunjunginya sekitar empat pekan sebelumnya, mengucapkan syahadat, dan memilih Islam sebagai agamanya. Namun, Carlos kini secara langsung membantah klaim tersebut.
Spekulasi mengenai agama Carlos juga muncul setelah pernikahannya dengan Souhaila Al-Tahiri. Carlos menjelaskan, rangkaian pernikahan mereka memang digelar dengan mempertimbangkan latar belakang agama kedua keluarga.
"Perayaan tersebut digelar dalam lebih dari satu bentuk. Kami berusaha mengadakan upacara yang sesuai dengan keyakinan anggota keluarga, karena mereka beragama Katolik, sekaligus upacara lain yang sesuai untuk istri saya dan teman-temannya yang Muslim," ujar Carlos.
Dengan demikian, penyelenggaraan prosesi yang mengakomodasi tradisi Islam dalam pernikahan tersebut bukan berarti Carlos berpindah agama.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]