Dukungan ke Infantino Rontok Jelang Pemilihan Presiden FIFA
Jakarta, CNBC Indonesia - Posisi Gianni Infantino di puncak kepemimpinan FIFA berada dalam tekanan terberat sepanjang masa jabatannya. Sejumlah federasi sepak bola nasional beserta tokoh kunci di Dewan FIFA secara resmi menarik dukungan mereka menjelang pemilihan presiden.
Mengutip ABC News, situasi tersebut memburuk menyusul kepergian Kepala Operasional FIFA Kevin Lamour, yang sebelumnya secara terbuka mengkritik rencana komersial kontroversial yang didorong Infantino.
FIFA mengumumkan pada Selasa bahwa Lamour telah meninggalkan organisasi tersebut. Kepergiannya terjadi beberapa pekan setelah ia mengkritik rencana FIFA untuk menjual sebagian saham atas hak komersial Piala Dunia dan turnamen FIFA lainnya kepada investor.
Langkah tersebut kemudian mendorong Wakil Presiden FIFA sekaligus anggota Dewan FIFA dari Hungaria, Sandor Csanyi, untuk menarik dukungannya terhadap Infantino.
Dalam surat yang ditujukan kepada Infantino dan dilihat Reuters, Csanyi menyebut pemecatan Lamour sebagai "pemicu terakhir" dari kekecewaannya terhadap kepemimpinan FIFA.
Menurut Csanyi, Lamour menjalankan tugasnya dengan standar profesional dan etika yang tinggi serta memberikan kontribusi penting terhadap transparansi organisasi.
Ia juga menilai pemecatan Lamour karena kritiknya terhadap rencana komersial FIFA menunjukkan adanya persoalan serius dalam hal penilaian profesional, standar etika, dan kepemimpinan.
FIFA belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai surat tersebut.
Sebelumnya, Lamour menyatakan bahwa para staf FIFA telah "diperdaya" dalam proses terkait rencana komersial tersebut. Ia bahkan menggambarkan proyek itu sebagai inisiatif yang pada dasarnya hanya digerakkan oleh satu orang.
Dukungan dari pejabat FIFA terus berkurang
Csanyi bukan satu-satunya pejabat senior FIFA yang menyuarakan ketidakpuasan terhadap Infantino. Presiden UEFA Aleksander Ceferin, Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Sheikh Salman bin Ebrahim Al-Khalifa, serta Presiden CONCACAF Vittorio Montagliani juga telah menyampaikan kritik keras terhadap kepemimpinan Infantino.
Infantino dijadwalkan menghadapi pemilihan kembali pada Maret mendatang. Ia membidik masa jabatan keempat yang akan berlangsung hingga 2031.
Tekanan juga datang dari Montenegro. Dejan Savicevic, anggota Dewan FIFA sejak 2017 sekaligus Presiden Asosiasi Sepak Bola Montenegro, mengatakan negaranya telah menarik kembali surat dukungan yang sebelumnya diberikan untuk pencalonan Infantino.
Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström, Savicevic menyebut perkembangan terbaru di tubuh FIFA sebagai sesuatu yang "sangat mengkhawatirkan".
Ia menyoroti apa yang dinilainya sebagai kurangnya komunikasi dan transparansi, bukan hanya terhadap asosiasi anggota FIFA, tetapi juga terhadap anggota Dewan FIFA dan struktur internal organisasi.
Savicevic juga menilai berbagai usulan yang muncul belakangan telah memperlihatkan kerentanan serius dalam tata kelola FIFA, baik di tingkat politik maupun administratif.
Asosiasi Sepak Bola Montenegro, lanjutnya, sejalan dengan sejumlah asosiasi sepak bola Eropa dan UEFA yang meminta adanya peninjauan menyeluruh terhadap tindakan pimpinan FIFA.
Wales menjadi federasi pertama yang menarik dukungan
Sebelumnya, Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW) menjadi federasi nasional pertama yang secara resmi menarik dukungannya terhadap pencalonan kembali Infantino.
Kepala Eksekutif FAW Noel Mooney mengatakan kepada BBC bahwa Infantino seharusnya mempertimbangkan untuk mengundurkan diri setelah rencana untuk menjual sebagian aset komersial FIFA kepada investor ekuitas swasta mengalami kegagalan.
Menurut laporan The Guardian, Israel juga telah menarik dukungannya terhadap pencalonan Infantino. Keputusan tersebut disebut diambil secara bulat setelah pertemuan dewan Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA).
CAF dan CONMEBOL masih mendukung Infantino
Meski menghadapi penolakan dari sejumlah pihak, Infantino masih memperoleh dukungan dari beberapa konfederasi utama.
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) masih mendukung kepemimpinannya.
Presiden CAF sekaligus Wakil Presiden FIFA Patrice Motsepe sebelumnya memperingatkan bahwa setiap upaya untuk mengganti Infantino harus dilakukan melalui proses demokratis dengan melibatkan 211 asosiasi anggota FIFA dalam pemilihan.
Motsepe menegaskan bahwa keputusan mengenai kepemimpinan FIFA tidak semestinya ditentukan melalui mekanisme di luar proses pemilihan.
Juru bicara CAF mengatakan Motsepe tidak memiliki komentar tambahan setelah kepergian Lamour.
Dengan semakin banyaknya federasi dan pejabat FIFA yang mempertanyakan kepemimpinan Infantino, dinamika menuju pemilihan presiden FIFA tahun depan diperkirakan akan semakin sengit. Posisi Infantino masih kuat di sejumlah kawasan, tetapi gelombang penarikan dukungan tersebut menunjukkan bahwa persoalan tata kelola dan transparansi mulai menjadi isu utama menjelang pemilihan.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]