Dukcapil Ungkap Nama Unik Warga RI: Nobita, Naruto hingga Taylor Swift
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengungkap sederet fakta unik dari data kependudukan Indonesia. Tak hanya mencatat identitas warga, data tersebut juga memperlihatkan beragam inspirasi orang tua dalam memberi nama anak, mulai dari tokoh pahlawan, selebritas dunia, karakter anime, hingga nama bernuansa nasionalisme.
Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi mengatakan, tren pemberian nama di Indonesia terus berubah dari generasi ke generasi. Nama-nama yang dulu populer kini mulai bergeser menjadi nama yang terdengar lebih modern.
"Kalau secara nasional Muhammad banyak sekali. Tapi ada Alfatih, Rafa, Aska. Perempuan banyak Aisyah, Ayudia dan sebagainya. Nama-nama khas Papua mungkin juga sudah mulai berkurang menjadi nama-nama yang dianggap lebih modern. Tapi nama adalah suatu harapan, suatu doa," ujar Teguh dalam panel diskusi di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026.
Menurut Teguh, nama-nama yang dahulu umum digunakan seperti Joko, Sutrisno, hingga Selamat kini semakin jarang ditemukan pada anak-anak.
"Kalau sekarang ada anak usia delapan tahun namanya Selamat mungkin sudah sedikit. Jadi memang ada pergeseran tren nama," katanya.
Tak hanya nama modern, Dukcapil juga menemukan banyak penduduk Indonesia yang menggunakan nama tokoh pahlawan nasional. Mulai dari Kartini, Sudirman, Hatta, Hasan, Dewi Sartika, Soekarno, hingga Diponegoro masih tercatat sebagai nama warga Indonesia.
Pengaruh budaya populer juga terlihat dalam data kependudukan. Teguh mengungkapkan ada penduduk Indonesia yang menggunakan nama para selebritas dunia sebagai identitas mereka, seperti Olivia, Justin Bieber, Ariana Grande, Selena Gomez, hingga Taylor Swift.
Fenomena serupa juga ditemukan pada penggemar anime Jepang. Berdasarkan data Dukcapil, terdapat warga Indonesia yang menggunakan nama karakter anime sebagai nama depan maupun nama lengkap, seperti Nobita, Naruto, Sasuke, Uchiha, Shinchan, Boruto, Suneo, hingga Uzumaki.
Selain itu, Dukcapil juga menemukan nama-nama yang terinspirasi dari berbagai negara, di antaranya Oman, Yunani, Yaman, Suriah, Saudi, Iran, hingga Rusia. Bahkan, ada pula warga yang menggunakan nama yang identik dengan identitas bangsa, seperti Merdeka, Garuda, dan Indonesia.
Di samping nama-nama tersebut, Teguh juga menyoroti keragaman huruf awal yang digunakan masyarakat Indonesia. Menurutnya, meski nama yang diawali huruf vokal masih umum ditemukan, ada pula penduduk yang memiliki nama berawalan huruf yang relatif jarang digunakan.
"Yang menarik juga kalau huruf hidup vokal O, V, dan sebagainya wajar, tapi penduduk kita juga ada yang diawali dengan X. Ada yang Q. Kalau O banyak lah, U juga banyak. Itu sangat jarang di kita," ujarnya.
Teguh menegaskan, di balik beragamnya nama yang dimiliki masyarakat Indonesia, setiap nama sejatinya merupakan doa dan harapan dari orang tua kepada anaknya.
"Nama adalah suatu harapan, suatu doa," kata Teguh.