Ahi Temukan Harta Karun di Dekat Mekkah, Diduga Milik Jamaah Haji
Jakarta, CNBC Indonesia - Jalur kuno yang selama berabad-abad menjadi lintasan jemaah haji menuju Makkah menyimpan kejutan tak terduga. Di kawasan Dhariyah, Arab Saudi, para peneliti mengungkap sebuah guci yang berisi lebih dari 100 perhiasan emas, perak, dan batu mulia yang diduga telah tersembunyi sejak era Kekhalifahan Abbasiyah, sekitar 1.200 tahun lalu.
Penemuan tersebut memunculkan tanda tanya besar mengenai siapa sosok yang mengubur harta berharga itu. Sejumlah ahli menduga guci tersebut sengaja disembunyikan oleh seseorang yang melintasi jalur haji di masa lalu, namun hingga kini identitas pemilik maupun alasan penyimpanannya masih belum diketahui.
Komisi Warisan Budaya Arab Saudi (Saudi Heritage Commission) mencatat, Dhariyah dahulu menjadi stasiun utama di jalur haji yang menghubungkan Kota Basra di Irak dengan Kota Suci Makkah. Berdasarkan analisis radiokarbon terhadap sisa-sisa organik yang ditemukan di lokasi, permukiman utama di Dhariyah diperkirakan berasal dari periode tahun 743 hingga 753 Masehi.
Dalam musim penggalian terbaru, para arkeolog menemukan sejumlah kolam penampungan air dari gipsum, dinding bangunan tempat tinggal, serta berbagai artefak seperti pecahan tembikar dan kaca. Namun penemuan paling mengejutkan adalah sebuah guci keramik yang dikubur di dalam bangunan dan berisi lebih dari 100 benda perhiasan.
"Salah satu penemuan terpenting pada musim penggalian keenam ini adalah terungkapnya Harta Karun Dhariyah yang terdiri dari koleksi emas, batu permata, dan fragmen tembaga yang telah teroksidasi," kata seorang ahli laboratorium dari Komisi Warisan Budaya Arab Saudi, dikutip dari Live Science, Senin (3/8/2026).
Para peneliti memperkirakan harta karun tersebut dikubur pada awal masa Kekhalifahan Abbasiyah yang mulai berkuasa pada tahun 750 Masehi. Kekhalifahan Abbasiyah dikenal sebagai salah satu periode paling gemilang dalam sejarah Islam.
Pada masa itu, ilmu pengetahuan, budaya, dan perdagangan berkembang pesat dalam periode yang dikenal sebagai Zaman Keemasan Islam atau Islamic Golden Age. Wilayah kekuasaan Abbasiyah saat itu membentang dari Afrika Utara hingga Iran, dengan pusat pemerintahan berada di Baghdad, Irak.
Perhiasan yang ditemukan memiliki motif bunga dan pola geometris yang rumit. Para ahli meyakini benda-benda tersebut dibuat oleh pengrajin logam terampil melalui teknik pembentukan lembaran emas, ukiran timbul, serta pemasangan batu mulia semiprecious.
Komisi Warisan Budaya Arab Saudi menyatakan penggalian di situs Dhariyah akan terus dilanjutkan untuk mengungkap lebih banyak informasi mengenai sejarah kawasan tersebut dan kemungkinan asal-usul harta karun yang ditemukan.