Sering Dituding Tak Sehat-Makanan Ini Ludes 123 M Porsi/Tahun, Kenapa?
Jakarta, CNBC Indonesia - World Instant Noodles Association (WINA) mencatat lonjakan konsumsi mi instan secara global yang telah mencapai rekor tertinggi sebanyak 123 miliar porsi per tahun. Tidak aneh, mi instan menjadi andalan yang mudah didapatkan kala lapar melanda.
Meski kerap dikritik terkait isu kesehatan, industri pangan olahan itu diproyeksikan terus tumbuh pesat dengan nilai pasar yang diperkirakan membengkak dari US$ 64,67 miliar pada 2025 menjadi US$ 98,46 miliar pada tahun 2032 mendatang.
Lantas apa alasannya?
Manajemen Nissin Foods Group menjelaskan bahwa daya tarik kuat mi instan yang telah menyebar lintas batas negara didasari pada pemenuhan kriteria dasar kebutuhan pangan manusia. Perusahaan global itu menyebut mi instan telah berevolusi dari sekadar solusi kelaparan pasca-perang menjadi "makanan nyaman" (comfort food) yang diandalkan jutaan orang setiap harinya.
"Alasan mi instan diterima secara luas di seluruh dunia sebagai 'makanan kenyamanan' terletak pada kemampuannya untuk menawarkan nilai-nilai universal yang dicari orang dalam makanan - yaitu rasa yang lezat, kenyamanan, kemudahan penyimpanan, harga yang terjangkau, dan keamanan," ujar manajemen, dilansir dari CNN Travel International, dikutip Sabtu (20/6/2026).
Indonesia Peringkat Dua Dunia
Berdasarkan data konsumsi global terbaru, China masih mendominasi pasar sebagai konsumen mi instan terbesar dengan menghabiskan 43,8 miliar bungkus per tahun. Posisi tersebut disusul oleh Indonesia yang menempati peringkat kedua dunia dengan total konsumsi mencapai 14,6 miliar porsi, diikuti oleh India di urutan ketiga dengan 8,3 miliar porsi per tahun.
"Di Vietnam, mi telah lama berakar pada budaya kuliner negara tersebut, dan seiring pertumbuhan ekonomi, permintaan akan pilihan makanan yang cepat dan nyaman juga meningkat," ungkap perwakilan WINA saat menjelaskan tingginya konsumsi per kapita di wilayah Asia Tenggara.
Faktor Adiksi dan Dopamin Murah
Penelitian mengenai pangan ultra-proses mengungkapkan bahwa popularitas mi instan dipicu oleh karakteristik hyperpalatability atau kombinasi rasa yang sangat menggugah selera antara garam, gula, lemak, dan karbohidrat. Komposisi ini menciptakan sensasi rasa yang memicu otak untuk terus mengonsumsinya, ditambah dengan kepadatan energi tinggi yang memberikan kepuasan instan secara fisik dan psikis.
"Saya suka mi instan. Mi instan adalah makanan kenyamanan utama saat kita lapar tetapi kekurangan waktu atau merasa malas. Mi instan juga sangat demokratis - semua orang bisa membelinya - sebuah asupan dopamin yang murah. Dalam lima menit saja, Anda memiliki berbagai kemungkinan," kata David Lai, seorang koki pemilik restoran peringkat ke-24 di Asia's 50 Best Restaurants 2026.
Jaring Pengaman Pangan Global
Di luar konsumsi harian, mi instan memegang peran strategis sebagai jaring pengaman pangan fisik dalam situasi darurat dan bencana alam. Hingga Mei 2026, asosiasi mencatat telah menyalurkan sekitar delapan juta porsi mi instan untuk bantuan kemanusiaan global guna memberikan kepastian asupan makanan hangat bagi pengungsi di daerah konflik maupun wilayah terdampak bencana.
"Ini masih tentang melayani orang-orang yang tidak memiliki cukup makanan pada waktu yang tepat. Ketika semua hal lain di kota tutup, tetapi Anda memiliki sebungkus mi di rumah, itu berarti Anda bisa mendapatkan makanan yang memuaskan dengan cepat," pungkas David Lai.
Inovasi di Tengah Risiko Kesehatan
Meskipun berbagai studi medis terus memperingatkan risiko penyakit jantung, demensia, hingga ketidakseimbangan hormon akibat konsumsi mi instan, para produsen mulai melakukan pivot melalui teknologi pangan. Langkah ini diambil untuk mengubah persepsi publik dengan menciptakan produk yang tidak hanya praktis tetapi juga memiliki profil nutrisi yang lebih seimbang.
"Kami bertujuan untuk memperluas kemungkinan baru dalam makanan yang mencapai rasa lezat sekaligus kesehatan - bukan dengan bertanya apa yang bisa dilakukan meskipun itu makanan instan, tetapi justru dengan merangkul apa yang bisa dilakukan karena itu adalah makanan instan," tutur perwakilan WINA soal lini produk dengan nutrisi lengkap.
(dce) Add
source on Google