10 Gejala Diabetes yang Muncul di Kulit, Jangan Anggap Sepele!
Jakarta, CNBC Indonesia - Pengidap diabetes atau penyakit gula diketahui lebih rentan mengalami masalah kesehatan kulit dibandingkan mereka yang sehat. Kemungkinan besar, kondisi ini dipicu oleh adanya neuropati, sebuah gangguan medis yang memengaruhi sistem saraf tubuh.
Rasa gatal yang sering melanda pasien biasanya merupakan gejala dari polineuropati diabetik. Kondisi ini berkembang ketika kadar gula darah yang tinggi secara kronis menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf. Selain itu, manifestasi penyakit diabetes pada permukaan kulit juga kerap memicu ketidaknyamanan yang signifikan.
Lantas, seperti apa ciri-cirinya? Melansir data American Academy of Dermatology (AAD), berikut adalah 10 masalah kulit yang bisa menjadi sinyal kuat bahwa Anda mengidap diabetes:
1. Bintik-bintik Kering
Salah satu gejala awal yang sering tidak disadari adalah munculnya bintik-bintik atau terkadang garis samar pada kulit. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dermopati diabetik yang paling sering ditemukan pada area kaki bagian bawah. Meski jarang, bintik kering ini juga bisa menyebar ke lengan, paha, hingga area batang tubuh.
2. Benjolan Kecil
Penderita diabetes umumnya sering menemukan benjolan berukuran kecil pada permukaan kulit mereka. Lokasi kemunculannya sangat spesifik, yakni kerap ditemukan di area paha, lekukan dalam siku, atau bagian belakang lutut.
3. Ruam Merah atau Berwarna Kulit
Tanda lain yang patut diwaspadai adalah terdapat ruam kemerahan di kulit yang berbentuk menyerupai cincin atau disebut Granuloma annulare. Ruam jenis ini biasanya muncul di bagian tangan dan kaki. Berdasarkan studi medis, penderita diabetes rentan memiliki ruam kemerahan berskala luas disertai benjolan yang datang dan pergi.
4. Kulit Kering dan Gatal
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, gatal-gatal kronis merupakan efek dominan dari polineuropati diabetik akibat kerusakan saraf. Akibatnya, kelembapan alami kulit menurun drastis sehingga kulit menjadi sangat kering, bersisik, dan memicu keinginan untuk terus menggaruk.
5. Benjolan Mirip Jerawat
Pada beberapa kasus, pasien akan menemukan benjolan padat berukuran kecil yang sekilas mirip dengan jerawat biasa. Namun seiring berjalannya waktu, bentuk jerawat ini akan bermutasi menjadi bercak kulit yang membengkak serta mengeras dengan warna khas seperti kuning, kemerahan, atau kecokelatan.
6. Bercak Kulit Gelap
Munculnya bercak kulit yang menggelap dan menebal di area lipatan tubuh-seperti leher, ketiak, atau selangkangan-merupakan tanda klinis yang sangat umum. Kondisi ini dikenal dengan istilah acanthosis nigricans dan kerap menjadi indikator kuat bahwa seseorang berada dalam fase pre-diabetes.
7. Kulit Keras dan Menebal
Komplikasi diabetes yang sulit diobati atau tidak terkontrol sering kali ditandai dengan tekstur kulit yang mengeras dan menebal. Kulit pada punggung tangan akan terasa sangat kencang dan kaku seperti lapisan lilin. Efek tebal dan bengkak ini bahkan bisa meluas hingga ke lengan, punggung atas, bahu, leher, dada, hingga wajah.
8. Kulit Melepuh
Penderita penyakit gula juga berisiko mengalami kulit melepuh di area tangan, kaki, tungkai, atau lengan bawah. Tampilannya menyerupai luka lepuh akibat luka bakar serius. Bedanya, kulit melepuh akibat diabetes ini umumnya tidak disertai rasa sakit yang hebat.
9. Infeksi Kulit
Tingginya kadar gula darah menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak. Akibatnya, pasien sering mengalami infeksi kulit dengan gejala area kulit terasa panas, bengkak, nyeri, timbul ruam gatal, melepuh kecil, hingga kulit bersisik. Infeksi ini bisa menyerang bagian tubuh mana saja, termasuk kulit kepala hingga sela-sela kuku jari kaki.
10. Luka Terbuka (Ulkus Diabetik)
Tingginya kadar glukosa dalam darah secara langsung merusak sirkulasi aliran darah dan merusak fungsi saraf. Hal inilah yang mendasari mengapa tubuh penderita diabetes sangat sulit untuk menyembuhkan luka terbuka, atau yang dikenal sebagai ulkus diabetik, khususnya yang terjadi di bagian kaki. Jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat, luka ini berisiko mengalami infeksi parah.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]