Warga Negara Ini Bisa Reimburse Obat Penurun BB ke Pemerintah
Jakarta, CNBC Indonesia - Masalah obesitas kini bukan lagi sekadar urusan penampilan, melainkan isu kesehatan publik yang serius. Terbaru, pemerintah Prancis akan menanggung biaya obat penurun berat badan.
Mengutip Euro News (29/5), kebijakan ini dinilai sebagai langkah besar dalam menghadapi meningkatnya angka obesitas dan penyakit terkait berat badan di kawasan Eropa.
Menteri Kesehatan Prancis Stéphanie Rist mengumumkan pada Kamis (28/5) bahwa negara akan mulai mengganti biaya obat penurun berat badan seperti Wegovy dan Mounjaro mulai 15 Juni mendatang. Diketahui, harga obat tersebut tergolong mahal sehingga sulit dijangkau sebagian masyarakat tanpa bantuan pemerintah atau asuransi kesehatan.
Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses pengobatan lebih luas sekaligus menekan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.
Dengan langkah ini, Prancis menjadi negara pertama di Eropa yang menanggung biaya obat-obatan jenis ini.
"Saya cukup bangga, karena kami adalah negara pertama di Uni Eropa yang memberikan penggantian biaya berdasarkan cakupan standar, secara permanen," kata Rist di televisi Prancis.
"Secara resmi, penggantian biaya akan ditetapkan sebesar 65%, tetapi hampir semua pasien akan ditanggung sepenuhnya karena mereka memiliki komorbiditas, seperti hipertensi atau diabetes," paparnya.
Rist menjelaskan untuk sebagian besar pasien, penggantian biaya akan sebesar 100%.
Wegovy dan Mounjaro termasuk dalam generasi baru obat penurun berat badan. Dikenal sebagai agonis reseptor peptida mirip glukagon-1 (GLP-1), obat ini membantu menurunkan berat badan dengan meniru hormon yang mengurangi nafsu makan.
Hingga akhir Januari, lebih dari 70.000 pasien dirawat dengan Mounjaro di Prancis, menurut perkiraan.
Harga yang tinggi telah menjadi masalah klasik untuk akses obat tersebut di seluruh dunia, termasuk Prancis, di mana pasien membayar sekitar €300 (Rp 5,2 juta) per bulan untuk suntikan tersebut.
Menurut Survei Epidemiologi Nasional tentang Kelebihan Berat Badan dan Obesitas tahun 2024, sekitar 18% penduduk Prancis, atau sekitar 10 juta orang, mengalami obesitas.
Di Uni Eropa, diperkirakan 51% penduduk berusia 16 tahun ke atas mengalami kelebihan berat badan dan 17% mengalami obesitas, menurut data dari Parlemen Eropa.
(hsy/hsy) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]